Lighthouse

Sabtu !

Gimana long weekend kalian? Lancar? Ada yang ketemu mantan? Ada yang gampar-gamparan sama pacar?

Modar~

Semoga tetep menyenangkan ya untuk kalian?

Yap, buat gue yang long weekend ini nggak kemana-mana, udah jelas dong ya malam ini gue mau ngebahas apaan?

YOYOY !

Ngebahas perekonomian Indonesia yang semakin lama semakin memprihatinkan dong.

Eng…

Enggak. Enggak. Tetep setia dengan #SABTUNGOMONGINLAGU, DONG TJOY !

Ya, pada kesempatan kali ini, pada malam yang sudah gulita ini, pada hati yang senantiasa sendiri ini, gue mau membahas lagu Lighthouse-Nya The Word Alive.

Sebelumnya, ada yang belum tau The Word Alive kan? Yuk biar gue jelaskan sedikit mengenai profil The Word Alive ini.

Eh iya, sebelumnya, ada yang belum punya pacar juga kan? Yuk kita sekarang jadian aja, daripada kamu sayang sama dia tapi nggak pernah kesampaian.

Cewek-cewek mending jomblo kalik daripada jadian sama kamu.

Oke. Cukstaw.

The Word Alive (atau biasa disingkat TWA) adalah sebuah band bergenre metalcore yang terbentuk pada tahun 2008 lalu di Phoenix, Arizona, United States. Sepanjang perjalanannya, seperti band-band pada umumnya yang seringkali berganti personel, TWA pun beberapa kali mengalami hal tersebut. Sampai akhirnya, sekarang ini TWA menyisakan beberapa personel keren yang terdiri dari :  Tony Pizzuti, Tyler “Telle” Smith, Zack Hansen, Daniel Shapiro dan Luke Holland.

Selama kurang lebih delapan tahun terbentuk, sampai saat ini TWA sudah menelurkan beberapa Album dan EP antara lain : The Word Alive (EP, 2008), Empire (EP, 2009), Deceiver (2010), Real (2014) dan Dark Matter (2016).

Untuk sebuah band, biasanya personel yang paling mencolok dan menjadi pusat perhatian adalah sang vokalis. Namun, untuk TWA ini, gue merasa kalau personel yang paling mencolok dan menarik perhatian tentu adalah si penabuh drum, Luke Holland.

Untuk orang-orang yang suka nabuh drum, mungkin mereka tau siapa itu Luke Holland.

Untuk orang-orang yang masih suka cinta diam-diam, mungkin mereka tau, cintanya nggak akan kemana-mana

Sebenernya Luke Holland ini termasuk personel baru di TWA. Dia baru resmi menjadi personel TWA pada tahun 2012 lalu. Namun, kemahiran Luke Holland dalam menabuh drum ini memang sudah nggak bisa diragukan lagi. Bahkan untuk beberapa orang, mereka berpendapat bahwa TWA nggak akan ada apa-apanya tanpa Luke Holland.

Yah, semua orang bebas berpendapat kan ya?

Iya.

Yaudah, makanya kalau suka sama orang, utarakan pendapatmu kalau kamu memang suka dia.

Hmm.

Mau liat kayak gimana Luke Holland nabuh drum? Yuk liat sebentar skill dia waktu ngecover Ain’t It Fun-Nya Paramore.

Ngomongin masalah lagu, Lighthouse ini adalah salah satu lagu TWA yang ada di album Real (2014). Jujur nih, sebenernya gue baru ngedengerin lagu Lighthouse ini pada Jum’at kemarin. Dan… Ya gue langsung suka aja. Nggak tau deh kenapa.

Eng… Apa karena di video klipnya, disitu mereka nampilin seorang cewek yang cuma pake beha sama sempak doang kalik ya?

Hmm.

Di awali dengan hentakan suara Tyler “Telle” Smith yang menggugah dan disusul dengan iringan musik terdengar menggema sedikit keras, lagu ini memberi kesan bahwa kita harus senantiasa bersemangat.

Dilihat dari judulnya, Lighthouse ini bisa berarti mercusuar atau bangunan menara di pinggir pantai dengan sumber cahaya di puncaknya yang berguna untuk membantu navigasi kapal. Nah, mengacu pada makna judul tersebut, isi dari lagu ini pun bisa diartikan sebagai motivasi untuk kita supaya menjadi seperti mercusuar yang mampu ‘memancarkan sinar bahagia’ terutama disaat kita lagi terpuruk parah.

We stand up tall

Even in the dark

Never forget we are a lighthouse burning all

They can’t hold us back

Never forget we are a lighthouse burning all

We will shine on

To bring us back home

Itu adalah reff yang menggema di awal lagu Lighthouse. Disitu, sang penulis lagu seolah menggambarkan Kita (we) seolah-olah adalah mercusuar yang memancarkan sinar cerah. Disetiap waktu apapun, kita harus bisa berdiri jika masalah menerpa dan harus tetap semangat meski kegagalan menimpa. Nggak ada yang bisa menahan kita untuk ‘bersinar’ kembali.

Sometimes I think I don’t belong,

I lose the words, can’t find the song.

We all make a choice in life,

I pray that I’m wrong

Dilirik kedua ini, seolah sang penulis lagu bercerita perihal masa-masa buruknya, yaitu masa dimana dia merasa bahwa dirinya nggak pantes berada di posisinya sekarang. Dia pun nggak tau lagi apa yang harus dia lakuin. Disini, si penulis lagu pun merasa menyesal dengan apa yang telah dia pilih di kehidupannya sekarang dan dia pun berharap agar bisa memutar kembali waktu ke masa lalu guna merevisi pilihannya tersebut.

I can search the endless sky

For a reason to survive

We all get lost inside

Our broken minds

Dilirik ketiga, si penulis lagu mencoba untuk bangkit dari penyesalannya. Walaupun sedikit susah, setidaknya dia harus mencari alasan untuk bisa kembali bangkit. Dia pun mulai sadar bahwa selama ini ternyata pikirannyalah yang seolah sudah menyesatkan dia ke sebuah keterpurukan.

Rise above the veil of fear

Let them see your passion clear

We all have voices

It’s time to be heard

Wake Up

Shine On

This life is ours

Dilirik ini, si penulis lagu mencoba memberi semangat untuk kita atas pengalamannya agar nantinya kita memiliki hasrat untuk bangkit dari keterpurukan dan nggak takut lagi akan ‘mengerikannya’ sebuah kegagalan. Kita pun harus bisa menunjukkan ke orang lain perihal cita-cita kita, karena sekali lagi, semua orang itu punya harapan dan berhak untuk dihargai.

Dalem.

Ya, lagu yang setidaknya cukup cocok untuk keadaan gue sekarang yang masih belum bisa bangkit dari kegagalan menerpa.

Huft.

Untuk siapapun yang merasa terpuruk akan kegagalan yang mendera, semoga lagu ini mampu untuk memberi semangat pada kalian dan membuat kalian mau bangkit dan kembali untuk mengusahakan cita-cita yang ada.

Semoga.

Jangan menyerah ya.

Mmm…

AAAAH, JANGAN MENYE ! YUK SEMANGAT !

Eh tapi dengerin lagunya dulu dong.

Cuuus.

Advertisements

56 comments

  1. Eng… Apa karena di video klipnya, disitu mereka nampilin seorang cewek yang cuma pake beha sama sempak doang kalik ya?
    ——-
    Jujur aja habis baca bagian ini gue langsung ngasah pisau. ENTE KEMAREN HABIS NULIS SOAL YUYUN!!! HELLLOOO!!!

    Soal isi lagunya sih OK lah. Kalau bahasa gue sih, apapun yang kita alami kita nggak boleh nebarin aura negatip ke orang lain. Soalnya kalau kita banyak ngeluh protes pasang status yang intinya marah2 itu sama aja nyebar aura negatif ke orang lain.
    Gue bukan asal ngomong tapi ini pengalaman sebagai emak2 yang harus tetep hepi di depan anak2 dan emak2nya temen anak meski habis dilabrak Bu RT.

    *Mendadak mikir, kok hari ini pakai gue ya nulisnya? Biar lah. Luweh.

    1. Eng… AMPUUUUN MBAAAK 😀 sayaaa khilaf :p hehehe 😀

      nah, bisa juga sih 😀 apapun yang kita alami, sebisa mungkin kita bersikap ‘noproblemo numero uno’ aja 😀
      Waaaaaaaa wkwkwk gimana itu ceritanya mbak dilabrak ibu RT wkwkw 😀

      Kamu semakin gaul brati mbak :p

  2. Alirannya metalcore… kayaknya menarik. Biasanya cuma denger dangdut, seali-kali pengen denger musik keras. Hehehe. Aduh, sampe bosen tiap main ke sini cuma bilang “jadi pengen denger lagunya”. Sungguh, ini memuakkan. 😦

    Band-nya jadi kayak Netral ya, yang lebih terkenal si Eno, drummernya.

    1. Wkwkw iyaaa nih 😀 ayok berhoek-hoek ria ndengerin lagunya kwkwk 😀 keras ini 😀 tapi untuk ukuran The Word Alive, ini masih tergolong pelan sih. Soalnya banyak lagu keras lainnya 😀

      Iyaaa 😀 Netral yang lebih terkenal si Eno ya 😀

  3. itu si holland kan engga masuk euro bang, dia gagal makanya masuk jadi drummer twa
    abang engga tau ya siapa yg ngajarin dia maen drum? saya bang saya
    .
    ini lagunya sama kayak butiran debu tapi kalo butiran debu jatuh dan tak bisa bangkit lagi bang

  4. Aku salah fokus sama Luke Holland nya. Mendadak keinget Luke Skywalker sama Tom Holland, padahal mereka berdua kagak berhubungan yak.
    Kalo Luke Holland sama Tom Holland kira kira ada hubungan gak ya

  5. lagunya okeh untuk menyemangati bermacet macet ria di super long weekend di tol 🙂
    biar terus semangat … mengarungi kemacetan yang seperti tiada berujung 😀

  6. eaaaa.. semua orang punya harapan dan perlu di hargai, tapi di dunia nyata.. kadang kita punya harapan dan langsung dihanculkan seketika oleh “kenyataan”

  7. Long weekend kemarin dihabiskan dengan biasa aja, ngehabisinnya sambil dicemilin gitu -> apaan?

    Eh, kalau band rock gini emang wajib ya tubuhnya ada lukisan gitu?
    Lagu barat emang unik, kek lagu ini aku pikir asing. Eh ternyata sebelumnya pernah denger, kebanyakan tau lagunya gak tau judulnya

  8. LUKE HOLLAND GANTENG BANGEEEEEEEEEEET. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK! GANTENGNYA BAKAL NAMBAH BERKALI-KALI LIPAT KALAU NABUH REBANA JUGA SAMA MUKUL BEDUK PAS BUKA PUASAAAA. AAAAK! *digaplok Febri*

    Ini lagu kayaknya berhubungan sama postingan sebelumnya ya. Eh iya nggak sih. Keren keren. Udah musiknya bikin semangat gitu, makna lagunya juga, music videonya apa lagi. Genjreng gitar di tengah laut. Ada cewek pake beha sama sempak. Kamu pasti semangat gitu lihatnya ya, Feb :’D

    1. kenapa jadi nabuh rebana sama mukul bedug 😦 nggak bisa ngebayangin gimana Luke Holland kalau mukul bedug 😦

      Heheh iyaaa, sedikit nyambung wkwkw 😀

      WKwkwk tauuu aja kamu :p ya semangat dong :p wkwkw

  9. “Eh iya, sebelumnya, ada yang belum punya pacar juga kan? Yuk kita sekarang jadian aja, daripada kamu sayang sama dia tapi nggak pernah kesampaian.”

    Ini apa maksudnya? Merayu pembaca single ya? Hahahaha

  10. Paling suka sama penabuh drum, Dulu genre aku masih ada the Corr, suka banget sama cewek yang nabuh drum.
    Btw lagu lighthouse ini suka liriknya. Kepikiran ya menganalogikan bahwa kita ini harus seperti lighthouse yang menyinari dan tetap tegak, Tapi ngga enaknya being alone in the middle somewhere gitu yak.

    1. Hehehe emang kece sih itu Luke Holland 😀 penabuh drum sangar 😀

      WAaaaa The Corrs 😀 keren juga itu 😀

      Iyaaa 😀 tetep harus semangat dan menyinari apapun :’) nah, itu dia, being alone in the middle somewhere itunya yang agak gimana gitu :’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s