Makna Dari Kegagalan dan Ebook Untuk Kalian

Setiap orang punya mimpi.

Dan pasti, setiap orang selalu mempunyai harapan dibalik mimpi-mimpi tersebut.

Disetiap kesempatan yang ada, kita selalu menyelipkan perihal mimpi-mimpi kita tersebut ke dalam doa, berharap suatu saat nanti mimpi kita itu segera terwujud. Disetiap waktu yang ada pula, kita pasti selalu berusaha semaksimal mungkin untuk mampu merealisasikan mimpi-mimpi yang telah kita genggam.

Namun, dibalik setiap mimpi dan cita-cita yang ada, pun disetiap doa dan usaha yang telah kita kerahkan, selalu ada sisipan kegagalan yang mencoba untuk menggoyakan atau menghentikan kita dalam meraih mimpi itu.

Setiap orang mempunyai persepsi sendiri dalam menanggapi kegagalannya.

  • Ada orang yang memilih untuk berhenti dan mencari mimpi lain.
  • Ada orang yang terpuruk kemudian menyerah dan nggak tau lagi harus berbuat apa.
  • Pun ada pula orang yang senantiasa berpikir positif kemudian bangkit untuk kembali mengusahakan mimpinya tersebut.

Semua sah-sah saja.

Namun, mengulik dari sebuah tulisan yang pernah gue liat disosial media, tetap yang paling terpenting adalah :

‘Tidak peduili seberapa sering kita jatuh, namun yang terpenting adalah seberapa cepat kita bangkit’

Dan… Kalau bicara masalah kegagalan, maka berarti itu bicara perihal hidup gue juga.

Ya, sepanjang hidup, gue pernah mengalami berbagai macam kegagalan, mulai dari gagal ngedapetin orang yang gue suka, gagal mempertahankan cinta yang gue punya, hingga gagal meraih mimpi-mimpi yang gue genggam.

Ya… gagal meraih mimpi untuk menjadi penulis.

Menekuni dunia kepenulisan sejak tahun 2013 lalu, gue emang langsung tertarik untuk menjadi seorang penulis buku yang karyanya tertata rapi di rak-rak gramedia. Kala itu, usaha awal pun langsung gue lakukan dengan menulis blog diawal bulan Februari 2013 dan disusul dengan mencoba menulis sebuah naskah dengan tema Jomblo yang kala itu gue mulai pada bulan Mei 2013.

Diiringi rutinitas ngeblog, naskah bertema Jomblo gue itu baru bener-bener kelar pada Oktober 2013 yang kemudian langsung gue kirim ke salah satu penerbit.

Menjalani rutinitas seperti biasa, akhirnya pada bulan April 2014, gue dapet kabar bahwa naskah gue tersebut ditolak dengan alasan tema yang terlalu mainstream. Disitu gue merasa, mimpi gue sebagai penulis kayaknya masih terlalu ‘kepagian’. Menanggapi kegagalan tersebut, akhirnya gue pun mencoba untuk membenamkan mimpi tersebut untuk waktu yang cukup lama dan lebih memilih untuk fokus main blog guna melatih teknik kepenulisan.

Waktu pun berjalan cukup cepat, sampai akhirnya, pada bulan September 2014, gue kembali kepikiran untuk menulis naskah dengan tema Kehidupan Anak Teknik. Dari situlah, disela-sela perkuliahan, gue selalu memilih untuk menyendiri di perpustakan dengan ditemani satu buah buku tulis dan laptop hanya untuk menyempatkan waktu buat nulis naskah tersebut.

Diiringi rutinitas ngeblog dan kuliah, naskah gue tersebut pun akhirnya baru bener-bener kelar pada Oktober 2015, yang kemudian gue kirim ke salah satu penerbit.

Selama berbulan-bulan, gue mencoba untuk mengabaikan perihal naskah tersebut dan berharap di suatu waktu gue dapet kabar bahwa naskah gue tersebut layak terbit. Namun, setelah 3 bulan berselang, penerbit yang gue kirimi naskah pun akhirnya mengirimkan balasan yang memberi informasi bahwa naskah gue nggak bisa terbit karena alasan pemasaran.

dasdafsa

Disitu, gue agak down. Sampai akhirnya, selama satu bulan penuh gue pun mencoba untuk merombak ulang tulisan gue dan kembali mengirimkan naskah gue pada akhir Januari 2016 ke penerbit yang berbeda.

Kembali, gue mencoba untuk mengabaikan naskah itu dan menjalani rutinitas seperti biasa. Sampai akhirnya, tiga bulan berselang, tepatnya tanggal 28 April 2016, gue dapat kabar bahwa naskah gue tersebut nggak bisa diterbitkan karena (lagi-lagi) masalah pemasaran.

fs

Untuk kedua kalinya, gue merasa down abis. Sepanjang tanggal 28 April kemarin gue cuma bisa diem dikamar, merenung dan berpikir :

‘Ini seriusan ditolak karena pemasaran atau ditolak karena tulisanku jelek? Atau yang lebih parah, jangan-jangan naskahku ini nggak dibaca sama penerbit dan langsung main tolak aja? Duh, harus gimana lagi ya biar bisa jadi penulis?’

Sampai akhirnya, gue berkonsultasi sama Bang Ridho, seorang kakak angkatan yang gue kenal akrab dan mempunyai mimpi yang sama kayak gue : Menjadi Penulis. Di sebuah chat LINE, gue bilang ke dia.

“Bang, naskahku di tolak lagi nih. Udah dua kali. Alasannya pun sama lagi, masalah pemasaran semua. Aku harus gimana lagi ya?”

Nggak beberapa lama, Bang Ridho pun membalas.

“Seriusan? Duh, yaudah Feb, nggapapa. Yang penting terus usaha dan jangan pernah berhenti nulis ya? Kamu edit lagi tulisan itu, terus besok-besok kirim bareng aku ke penerbit yang lain”

Gue nggak bisa bales pesan dari Bang Ridho.

Pikiran gue masih berpikir perihal harus dibawa kemana lagi ini naskah?

Kirim ke penerbit lagi? Nanti takutnya malah udah nunggu lama, eh ditolak. Keburu basi ini naskah.

Apa gue terbitin indie lagi aja? Jangan, #JONES dulu udah gagal.

Apa gue masukin blog? Jangan, #JONES dulu berhenti ditengah jalan.

Sampai akhirnya, pikiran gue berhenti di pertanyaan :

‘Gimana kalau dijadiin Ebook?’

Setelah mempertimbangkan banyak hal dan berkonsultasi sama beberapa orang, akhirnya gue pun mendapat pencerahan untuk membagikan naskah full gue dalam bentuk ebook secara gratis ke siapa saja. Harapannya sih biar ada yang khilaf membaca, mengoreksi dan menilai tulisan gue tersebut. Dari situ gue pun bisa mawas diri untuk kembali belajar perihal tulis-menulis dan suatu saat, ketika gue kembali menulis lagi, nggak ada alasan untuk penerbit menolak naskah gue.

Maka, setelah beberapa waktu merombak tulisan dan mempersiapkan segala sesuatunya, jadilah ebook ini bisa di download. Silahkan, klik aja :

 

 

Oh iya, gue menerapkan PayWithATweet ya buat download ebook ini. Maksudnya sih biar ebook gue ini bisa tersebar gitu. Tapi kalau ada yang keberatan sama konsep PayWithATweet ini, kalian bisa minta langsung aja ke gue dengan ngirim email ke febridwicahya@gmail.com deh. Tenaaaaang. Santai aja.

Ebook gue ini berjudul #CATATAN TENGIK ANAK TEKNIK, sebuah novel personal literature komedi yang menceritakan perihal kehidupan anak teknik menjalani masalah-masalah yang ada, mulai dari masalah percintaan, tugas kuliah, dosen, hingga kejenuhan dalam menjalani rutinitas kuliah.

Gue berterimakasih banyak kepada orang-orang yang udah gue repotin dalam mempersiapan ebook ini, yaitu Mbak Fasya, Fatimah, Rian Jati, dan Bang Ridho. Terimakasih sekali.

Terakhir, setelah kegagalan ini, gue nggak akan pernah berhenti untuk menulis. Setelah ini, gue pasti akan mencoba untuk terus belajar dan belajar guna mengasah kembali teknik menulis gue yang masih acakadut ini. Gue pun akan kembali mencari tema yang menarik untuk nantinya kembali gue tulis menjadi sebuah naskah baru.

Untuk semua, terimakasih ya.

Hihi.

Advertisements

120 comments

  1. Gue udah pernah nulis persoalan Ini di blog Feb… untuk sekarang buku komedi emang lagi payah. Coba amati aja penerbit mana yang masih nerbitin buku komedi? Dikit banget.

    Bahkan Bukune yg identik buku komedi aja absen dulu, malah nerbitin buku CJR. Apaan banget kan.

    Setau gue tinggal penerbit BIP sama Media pressindo. Itu juga nggak terlalu banyak nerbitinnya.

    Gue sih nggak tau, Ini bakalan seterusnya atau bakalan ada lagi momen penerbit berlomba2 nyari naskah. Yang jelas untuk sekarang, penerbit sedang nggak bersahabat untuk penulis yang genrenya komedi

    Setau gue tinggal penerbit BIP sama Media pressindo. Itu juga nggak terlalu banyak nerbitinnya.

    Gue sih nggak tau, Ini bakalan seterusnya atau bakalan ada lagi momen penerbit berlomba2 nyari naskah. Yang jelas untuk sekarang, penerbit sedang nggak bersahabat untuk penulis yang genrenya komedi..

    Padahal baca judulnya calon buku lo aja, itu udah unik looh… asli, bikin penasaran~

    Tetep nulis Feb! Itu naskah lo belum nemu jodohnya aja~

    1. Miris banget sih sebenernya mas ._. Dan bener, Bukune seolah kehilangan taji komedinya gitu ya -_- apa kalau nggak bukune itu nerbitin novelnya orang terkenal doang? dia mau nerbitin novelnya IndraWidjaya sama Rahmet kan? eng… entahlah deh. urusan penerbit juga itu.

      Penerbit BIP itu apa ya, Bang? kalau mediapressindo, mereka katanya lagi nggak nerbitin novel bang ._. sediiih.

      Yaaah, mungkin smentara aja kalik ya mengingat minat baca di Indo juga yaaa gitu deh -_- semoga suatu saat lagi genre komedi kembali diminati ya

      Aamiin :’)

      Waaa makasiiih banyaaak Bang Edotz 🙂 hihihi besok bakal mulai nulis lagi yang lebih baik :’)

  2. Febri kamu keren lo sudah berani nerbitin buku..semangat feb.. probablita kan semakin banyak nyebarin ke penerbit,semakin besar kemungkinan diterima.. kalau baru 2x ditolak ya wajaaarr..

    aku suka loh tulisan2-mu..

    1. Hehehehe tapi belum ada yang berhasil terbit mbak :’ masih kurang baik hehehe.
      Iya sih, tapi ketakutanku nanti kayak #JONESku dulu yang terlalu lama, akhirnya komedi sedikit garing gara-gara perkembangan jaman :’ jadii… ya nulis lagi aja yang baru, sementara ini aku ebookin dulu 🙂

      Makasiiiiih banyaaaaaak Mbak Dew Keceee 🙂

  3. Tumben aja baca tulisan yg seriuss gini. Biasanya si febry suka nyelipin hal2 lucu. Tp keren feb, sempet down dan bisa bangkit lgi. Banyak cara buat bangkit, salah satunya lewat jalan yg kyk gitu. Keren dah, keren banget. Slalu ada cara buat tetap bangkit. “Bukan seberapa besar mimpi yg kmu punya, tp yg terpenting adalah seberapa besar usaha kamu meraih mimpi tersebut”. Good luckk bang ^^

    1. Wkwkw soalnya lagi sedikit down sih :p wkkwkw
      Besok-besok tulisan lucunya :p wkwkwk
      Heheh makasiiiih banyaaak ya 😀
      Sebisa mungkin bangkit dong 🙂 coba lagi coba terus cobaaaaaa selalu 😀 hehehe

      Naaaaaah quotenya membangun 🙂 makasiiih ya 😀

      1. Wett lngsung nih, besok sabtu ya. Baru kelar baca2 ulang buku yg dulu pernah dibeli. Siapp siappp, besok sore lngsung posting ^^
        Nulis banyak, draft penuh tp aneh aja ngerasa mau posting. Nunggu nunggu dan akhirnya terlihat fakum, fakk :”))

      2. Wisss, ditunggu kedatangannya feb :* *eh 😀
        Iya ini lgi semangat banget, laporan praktikum belakangan aja dulu lah. Hahahhaa ditunggu kunjungannya :))

  4. Aku pernah nerbitin dua buku, indie. Tapi semua gagal di pemasaran karena
    1 hasil cetakannya nggak bagus termasuk cover yang kurang ‘menjual’
    2 Aku nggak nyosmed. Padahal siapapun di muka bumi ini tahu kalau sosmed adalah media ampuh buat jualan. Minimal temen2 kita yang beli.
    Tapi aku nggak kapok. Alhamdulillah satu novel insyaAllah terbit bulan ini. Belum tahu pasti tanggal nya.

    Semangat Feb. Aku cek memori dulu kalau muat aku unduh itu catatan tengikmu

    1. Waaaaa kamuuu kereeen Mbak 🙂 hihihi itu salah satu proses kalik ya kamu mbak? dua buku indie gagal, eh akhirnya sekarang novelmu mau terbit 🙂

      Kereeeeeen bangeet sih kamuuu mbak 🙂

    1. Makasiiiih, Bro 🙂 heheh iya nih, terus coba dan cobaa meskipun pas dapet kabar kalau gagal, sedikit down. Yang penting bangkit kan ya? hehehe 😀 makasiiiih banyaaak 🙂 semoga suka ya 🙂

  5. Loh, malah jadi simalakama ya. Sebagai penulis personal litterature, kita jadi beranggapan nggak bakal tembus penerbit. Semacam penerbit udah menutup diri buat kita-kita. Pokoknya semangat, bang. Gagal itu bagian dari proses. 🙂

    Oke, gue mau download ah. Eh iya, btw gue juga baru bikin ebook. Bolehlah di-download juga. Ehehehe. Maap, malah promosi. :’D

    1. Iyaaaa. Ketakutanku sebenernya itu. Aku pribadi kan bukan siapa-siapa, eh nulisnya personal literatur yang nulis tentang kehidupan kita. SIAPA YANG MAU TAU KEHIDUPAN ORANG YANG BUKAN SIAPA-SIAPA? gitu pikiranku.
      Yaaah, yang penting usaha dan mencoba terus 🙂 bener, gagal adalah proses 🙂

      Waaa makasiiih Rob 🙂 semoga suka ya 😀 kamu udah bikin? udah diblog? aku mau doooownload ya 😀

  6. Semangaatttt mu feeeb, patut diacungin jempoll!!
    Aku turut prihatin ya atas kegagalan yg menghampirimu, aku jg sering gagal. entah apa itu aja dan akhirnya males dan melupakan gitu. buat mimpi bru dan mana yg aku suka mgkn itu yg aku kejar.
    Thanks ya feb ngasih gratis ebooknya, aku coba download dan baca ya 🙂 Xie Xie

    1. Hehehe makasiiiih banyaaak ya Mbak 😀

      Yaaah, yang penting disetiap kegagalan, kita selalu termotivasi untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan terus mencoba ya mbak 🙂

      Makasiiih banyaaak juga ya mbak 🙂 semogaa suka ya 🙂

  7. Keep Writing feb… hehehe aku sering merasa gagal dalam menulis dan ikut perlombaan nulis… pada kahirnya kembali pada tujuan awal bahwa menulis cuma sekedar rekreaksi jiwa aja bagi aku. 🙂

    1. Makasiiiih banyaaak Mbak 🙂
      aaah, aku juga begitu mbak. Sering gagal nulis dan merasa ‘kok nggak menang-menang ya kalau ikut lomba?’ sampai akhirnya sama kayak kamu : ‘yang penting bahagia aja udah nuangin semua ditulisan’ 🙂

  8. Habisin aja jatah gagalmu Mas Feb 🙂 (ini quote-nya siapa ya? Aku kok lupa)
    Btw, aku udah download tuh terus aku sebarin di pesbuk.
    Oh ya, yang penting nulis aja dulu terus share. Hasil nggak pernah mengkhianati proses kok 😉
    Halah, mendadak jadi sok bijak gini ya aku.

    1. Hehehe iyaaa 😀 habisin jatah gagalmu, sampai akhirnya yang tersisa cuma jatah kesuksesan ya 😀 AKuuu suka sama quote ini 🙂

      Makasiiih banyaak udah download ya 🙂 makasiih juga udah nyebarin 😀

      Aaaaaaaaaaakh 😀 kamu menenangkan hati banget ya 🙂 sekali lagi, terimakasih ya 🙂

  9. Kerrenn! nggak nyangka Febri seriusan soal menulis, jatuh-bangunnya ngalahin kristina. Kayaknya sepakat deh sama komennya edotz cool. Bisa jadi juga corak komedi sedang berpindah haluan.
    Oya, udah saya donlot barusan en bantu sebar. Nanti kalau saya khilaf saya baca kok Feb dan nyoba menilai (menilai versi emak2 konvensional)

    1. Hehehe iya mbak :’ udah berniat banget sih. Tapi ya mungkin belum waktunya aja buat berhasil 😀

      Iyaaa komennya bang edotz aku setuju banget sih, soalnya dia juga berpengalaman nerbitin buku 😀 yaaah, tunggu waktu dulu aja kalik ya 🙂

      Makasiiiih banget ya mbak 🙂 semoga sukaak 🙂

  10. Duh, sayang banget ya. Hmm… kampret sekarang gue malah jadi makin males nih rewrite naskah komedi gue. Haha! Gak deng!

    Tapi, jujur kayaknya tulisan komedi emang lagi turun banget. Gue juga sekarang udah jarang nemuin buku-buku komedi yang baru di toko buku. Hmm.. saran dari gue sih coba lagi aja kirim ke penerbit lain. Mungkin ada kesempatan untuk diterbitin lagi. Inget, J.K. Rowling aja naskahnya pernah ditolak sampe 12 kali! Jangan nyerah!

    Anyway, gue tadi udah baca bukunya. baru 20 halaman eh malah ketagihan. Gue abisin deh kayaknya malem ini huehehehe

    1. Hehehe iya 😀 masih belum waktunya aja Rif 😀

      Kenapa males? ayok coba rewrite aja 😀 siapa tau kan nanti kamu malah terbit naskahnya 🙂

      Iya ya -_- sedih, padahal setiap orang kayaknya butuh komedi deh. Masa turun sih minat orang ke komedi, makanya banyak orang yang milih berbuat kriminal karena nggak ada hiburan?
      eng…

      Hehehe iyaa, nanti mau bikin lagi 🙂 terus usaha sampai mimpi itu tercapai 🙂 J.K Rowling idpla banget 😀

      Waaaaa udah 20 halaman bacanya 🙂 Makasiiih banget ya 🙂

  11. gagal itu hal biasa, yang luar biasa itu setelah gagal tapi masih mau bangkit! semangaat Feebb……!!

    emang jadi penulis itu gak mudah, mungkin emang bener sih lagi “turun pasarannya” tapi tidak menutup kemungkinan bakalan diterima ke penerbit kok 🙂

    1. Nah bener banget 😀 aku udah bangkit dong setelah gagal 😀 wkwkw downnya sesaat kok 😀 yuk semangat lagi 😀

      Bangeeeet. Susaaaah banget jadi penulis 😀 yaaah, ditunggu lagi aja 😀 pada waktunya, jika memang udah diizinkan, pasti tercapai kok 🙂

  12. Wah, Semangat kang mas ini luar biasa sekali ya pantang menyerah, anak teknik pantang panik coba saya begini, elah boro-boro ngajuin lagi bakalan berakhir digudang kali naskahnya xD
    Tapi satu yang gue percaya sih biasanya orang kalo semakin sering gagal tapi juga lekas bangkit, malah akan semakin dekat dengan kesuksesan *amin*, tapi yaa ini udah termasuk kemajuan dari awal naskah ditolak karna isi gak menarik sampe ditahap naskah menarik cuma segmen pasar yang memang masih belum ada, itu udah termasuk usaha yang seengkanya ada hasilnya 😀

    haha tapi kalo bisa naikin lagi mimpinya jgn cuma jadi penulis, tapi sekalian jadi penerbit untuk para penulis :3

    Good luck dan tetap semangat buat terus nulis! saya download #paywithatweet

    1. HEhehe masih coba mencoba nih mbak 😀 walaupun belum beruntung juga 🙂
      Laaah, ayo mbak coba diajuin aja naskahmu 😀 siapa tau terbit kan 🙂

      Aamiin 🙂 semoga kesuksesan senantiasa dekat kepada kita semua ya 🙂 makanya jangan gampang menyerah 😀

      perlahan dan perlahan, makanya aku sebarin gratis, biar ada yang membaca dan memberi masukan supaya nanti aku bisa berkembang 🙂

      Kalau bisa mau juga jadi penerbit, biar bisa mewujudkan cita-cita para calon penulis 🙂

      Makasih banyak mbak 🙂 kamu semangat juga ya 🙂

  13. Sekarang malah jauh lebih mudah menerbitkan buku sendiri via ebook daripada nunggu penerbit yang gak approve naskah kita (tapi bagi yang tahu caranya).. Bisa berbayar juga itu pake payatweet?

    1. Heheh iyaaa sih 😀 kalau aku daripada nggak terbit dan bingung dikemanain aja makanya aku bikin ebook 🙂

      Nggak berbayar kok, emang sengaja aku sebar gratis, tanpa dipungut biaya 😀 niatnya biar ada yang ngasih masukkan dan bikin aku berkembang dalam dunia penulisan 🙂

  14. Sekarang lebih mudah menerbitkan buku via ebook, daripada nunggu lama di approve penerbit (tapi bagu yang tau caranya).. Dan bisa berbayar juga ya itu pakai payatweet?

  15. Chayooo.. chayooo.. semangat ya..hehe 😀 saya juga mau jd penulis juga sih… tp ya gk pernah serius sih sayya nya.. hehe 😀 akhirnya nulis2 blog aja lah… hehehe 😀 #curcolrupanya

    1. Heheh makasiiiih banyak mas 😀 masih terus semangat ini 😀
      Waaaaaaa ayok mas serius nulisnya 😀 biar bisa jadi penulis beneran 😀

      Tapi nulis diblog udah awal yang baik kok ya 😀

  16. Semangat yaaa Febri! (eh salam kenal juga, sepertinya ini komentar pertama saya di sini)
    Salut untuk kegigihan kamu, keep writing dan tetap berusaha! Semoga pintu keberhasilan akan seger terbukakan untuk kamu. Saya sudah download dan pay with a post juga 🙂

    Cheers!

    1. Makasiiiih banyaak ya mbak 🙂 heheh masih terus semangat kok ini 😀

      Salam kenal juga ya 😀 hihihi

      Waaaaaaa lagi-lagi aku cuma bisa bilang makasiiiih mbak 😀 ini masih terus mengusahakan kok, masih mikir tema buat naskah baru lagi 😀 Aamiin 🙂 semoga pintu keberhasilan juga dibukakan padamu ya 🙂

      Makasih sudah download mbak 🙂 semoga suka ya 🙂

  17. Mau donlot ebooknya mas feeeb. Gila ya usaha elu sampe segitunya. Tapi mimpi lu masih bisa terus lanjut, gue yakin banget. Tinggal waktu giliran elu aja ini mah. Tetep semangat mas feeeb

    1. Makasiiiih Mbak Agyaaa 😀 hehhe
      Iya nih, cuma belum kesampaian aja 🙂 mungkin suatu saat nanti ya 😀
      Usaha dan terus usaha 😀 Makasiiih banyaaak Mbak Agyaaa 😀

  18. Perjuanganmu dalam dunia kepenulisan trnyata berliku2 ya kak..
    Tp aku salut, krna kak febri seenggaknya udh berusaha untuk menerbitkan bukunya.
    Tidak seperti diriku ini. Huhuu..

    Semangaatt kak Feebb! Jgn patah semangat! Teruslah berkarya! Yeay 😀
    Ebooknya aku donlot di hp aja deh. bsa dibawa kmna2 kalo di hp. Hehe.

    1. Iya Lulu :’ sedikit berliku, tapi pasti banyak yang lebih berliku kok :’ makanya, harus tetep semangat 😀

      Hehehe Alhamdulillah ya 🙂
      Aaah jangan merendah, yuk terus semangat ya 🙂

      Pasti dong 😀
      Makasiiiih banyaaak ya udah download 🙂 semoga sukaaak 😀

  19. I KNOW THAT FEEL~
    Jaman gue ditolak penerbit aja pas lagi jaya-jayanya novel komedi, rasanya pedih. Novel komedi emang lagi gak punya pasar sih menurut gue. Minggu lalu gue ke gramed, nyari buku komedi, isi rak komedi malah buku-buku 1001 humor. :((

    1. Waaaa penulis + blogger kece 😀 Bang capung :p wkwkwk

      Duuuh, emang sedih ya kalau masalah ditolak gitu :’ dulu jayanya komedi kan persaingannya otomatis juga lebih ketat bang :’ sediiiiih.

      Mungkin emang nggak ada pasar ya -_- duuuh sedih ._.

      Eng… 1001 humor itu semacam joke-joke pendek gitu kan ya -_-

  20. wah kayaknya bakalan jadi penulis top markotop …. faktanya baru penulis top di tolak publisher berkali kali .. sudah di tolak dua penerbit .. berarti masih on track .. jangan pernah menyerah … menurut saya sih tulisannya lucu sangat sangat sekali … sangat marketable … mereka aja yang ngga ngerti.
    Bagus, dengan ebook salah satu cara untuk mempromosikan diri, lebih banyak yang tahu .. nanti akan banyak yang nyari … seperti gojek, grab dan uber .. di awal2 kasih biaya murah bahkan gratisan .. setelah konsumen tahu, mereka jadi tergantung dan pengguna setia gojek, uber dan grab.
    pokoknya terus berkarya ..

    1. Aamiin ya Allah. Aamiin 🙂 makasiiih banyak ya mas 🙂 hihihi

      Masih dalam proses ya mas mungkin. Berproses terus dan jangan sampai menyerah kuncinya. Ya kan 🙂

      Hehehe beneeer. analoginya kayak gojek gitu :’) disebar gratis, biar banyak yang baca dan banyak yang ngasih masukan dan akhirnya dari situ semoga aku bisa berkembang 😀
      makasiiih banyaaak mas 😀 semangaaat 🙂

  21. Wih salut gue sama lo feb. Perjuangan bikin satu naskah buku itu aja udah berat menurut gue, apalagi harus ditolak dua kali. Tapi keren lah. Setidaknya lo pernah nyoba. Baru juga dua kali. Masih ada ribuan kesempatan lagi. Semangat2!

    1. Paywithatweet itu cuma kayak metode nyebarin link download kita ke beberapa orang, dan ketika ada orang yang ndownload, otomatis link itu disebar sama orang itu. Intinya gitu.

      Kalau mau, aku kirim email aja mbak?

      Enggak dapet duit kalik 😀

      1. Makasiiiih banyaak Mbak 🙂 hihihi

        Enggak di komersilin kok. Tujuannya untuk mensejahterakan kehidupan bangsa :p wkwkkw

        Tujuannya cuma biar banyak yang baca terus ngasih masukkan biar nantinya jadi bahan buat aku berkembang :’)

      2. siip,
        btw klo mau tulis2 cerita, coba di wattpad.com, banyak juga tulisan disana yang akhirnya di terbitin, klo ceritanya emang bagus plus ribuan yang baca dan vote bisa juga di lirik sama penerbit, yang baru banget itu yang judulnya “Dear Nathan” coba liat di toko buku deh

  22. Sudah aku download, Feb~ Yuhu~

    Ini keren deh, naskahnya dijadiin ebook. Trus pengalaman soal ngirim naskah ke penerbitnya dibagiin. Semangat kamu buat tetap nulis juga kamu tularin. Kamu berlangkah-langkah lebih maju dari aku yang nggak ada berani-beraninya buat punya mimpi jadi penulis. Tetap semangaaaat yaaa, Febri! 😀

    1. Hihihi makasiiih banyaak ya Ichaaak 🙂

      Biar semua yang pengen jadi penulis ikutan semangat chak 😀

      Aaaah, kamu mau jadi penulis juga enggak Chak? heheheh 😀 semangat juga yak kamu 🙂

  23. sudah download…..

    sudah coba penerbit andi, feb?
    katanya seh penerbit itu membuka pintu lebar2 buat penulis baru. tapi gue sendiri seh belum nyoba 😀

      1. emang seh, yang pernah gue pegang aja isinya PHP dan mySQL 😀

        cuma ada juga keterangan fiksi dan non fiksi. coba aja colek twitternya @AndiBuku

      2. Wkwkwk aku pernah megang buku terbitan penerbit Andi ya buku-buku kuliah semacam fisikadasar dan lain sebagainya mas wkwkkw 😀

        Okee, nanti dicek 🙂 makasiiih rekomendasinya ya mas 😀

  24. Udah baca, tapi lupa komen. Lupa downloan malah. Duh, maafkan saya ini, Feb.

    Btw, baru banget donlot. Mari membaca novel komedi ini di tengah-tengah stresnya hidup. Halah!

  25. aku sih bukan expert di bidang tulisan ya feb, tapi ku rasa alasan penolakannya sepertinya memang krn pemasaran, bukan krn tulisanmu jelek.. aku termasuk yg suka bgt baca postingan2mu di blog loh ;).. enak dibaca, ringan, lucu juga.. jd aku percaya ini bukan krn mslh tulisanmu :),..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s