Sunrise

Halo, Sabtu.

Kalau diibaratin seorang cewek, maka Sabtu itu kayak kamu : Selalu aku tunggu untuk melewati malam dengan jalan-jalan.

Setiap Sabtu malem kan kamu nggak pernah jalan-jalan, Feb?

 Ya Sabtu kan emang kayak kamu : Nggak pernah ada sela direlung hatimu untuk aku ajak jalan.

Huft.

Baik. Nggak ada waktu untuk bergalau-galau, karena sekarang saatnya kita : NGOMONGIN LAGU !

Yoyoy.

Pada Sabtu kali ini, gue mau membahas tentang Sunrise-Nya Our Last Night.

Mungkin beberapa udah ada yang tau siapa itu Our Last Night. Biarpun begitu, izinkan gue untuk tetap menjabarkan sedikit informasi mengenai band satu ini.

Kalau kita kepo tentang arti dari Our Last Night, maka kita akan mendapatkan sebuah kalimat : Malam Terakhir Kami. Nah, kalau mendengar kalimat ‘Malam Terakhir’, maka persepsi kita akan tertuju pada lagunya Rhoma Irama feat Rita Sugiarto.

Dari sinilah gue curiga, jangan-jangan band yang digawangi oleh 4 personel (Trevor Wentworth, Matt Wentworth, Alex “Woody” Woodrow dan Tim Molloy) ini mengambil nama Our Last Night karena mereka terinspirasi dari lagu Bang Rhoma yang mereka dengarkan waktu kemah SMA.

Mungkin kronologisnya begini :


Di malam terakhir perkemahan SMA Negeri United States, beberapa siswa berkumpul mengelilingi api unggun. Disana, diiringi dengan lagu Malam Terakhirnya Bang Rhoma yang menggema, terjadilah percakapan antara 4 orang siswa.

Trevor : Lagunya asik juga ya, cuy.

Matt : Iya, jadi nggak mau mengakhiri kemah ini deh rasanya.

Alex : Hu’um. Sedih banget ya.

Tim : Tapi mau nggak mau, kita harus menjalani kenyataan ini. Malam ini malam terakhir. Kita jalani aja.

Disela-sela obrolan itu, Trevor berdiri dari duduknya dan mengangkat jempol keatas sambil bergoyang.

Trevor : Gimana kalau dari sini kita bikin group band, namanya Our Last Night? Itung-itung buat mengingat moment ini.

Mendengar ide dari Trevor, semuanya pun ikutan berdiri kemudian mengangkat dua jempolnya keatas.

Matt, Alex dan Tim : SETUJUUUUUUU!!!

Diiringi goyangan badan yang aduhai, didepan api unggun, diiringi lagu Rhoma Irama, Our Last Night terbentuk.

Hore.


Apaan sih ini -_-.

Our Last Night ini terbentuk pada tahun 2004 di Hollis, New Hampshire, United States. Selama 12 tahun bergelut di dunia musik, tentu Our Last Night ini sempat mengalami beberapa pergantian personel. Sampai akhirnya, 4 personel yang gue sebut diatas tadi itulah yang sampai sekarang masih menjadi bagian dari Our Last Night.

Bergenre Post Hardcore, Our Last Night mencoba memanjakan para pecintanya dengan lagu-lagu keren, salah satunya adalah lagu yang berjudul Sunrise ini.

Masuk dalam EP Oak Island yang rilis pada tanggal 5 November 2013, lagu Sunrise ini menjadi bagian dari kampanye anti bullying yang pernah Our Last Night ikuti kala itu. Menariknya, di EP ini mereka memilih untuk melakukan rekaman secara independent, yang artinya tanpa label/record apapun. Mereka mau ngebuktiin kalau tanpa adanya label/record, sebuah band bisa maju dan tetep eksis. Keren nggak tuh? Sama kayak aku, tanpa kamu pun aku masih bisa terus maju kok. Keren juga nggak tuh?

Untuk masalah lirik, karena bahasa Inggris gue yang acak-acakan banget, maka gue berkonsultasi sama salah seorang fans garis kerasnya Our Last Night, Fatimah. Dari dia, gue pun akhirnya mulai mengerti sedikit demi sedikit tentang apa yang terkandung dari lagu Sunrise ini.

Dibagian lirik awal, Our Last Night mencoba menggambarkan tentang keterpurukan seseorang yang menjadi korban bullying.

Full of despair inside a darkness

Self conscious and scared, held prisoner of war

Running out of air, buried in a sadness

Want a way out of this paralyzing world

And the sound of the cries when a family’s loved one dies

It echoes through a vacant room where a young soul still resides

Lirik kedua setelah reff, mengacu pada lirik awal, Our Last Night mencoba menyemangati para korban bullying agar terus berjuang untuk hari-hari yang lebih baik.

Searching for a way to escape the madness

A dire need for change as we fight for better days

The hurt and the pain cut deep like a razor blade

Holding in a cry for love, abandoned and afraid

Lirik selanjutnya, diiringi suara melody yang terdengar manis, seolah suara para korban bully itu berteriak-teriak lantang guna menegaskan bahwa mereka nggak akan menyerah sebelum berhasil membuat perubahan ke arah yang baik.

I won’t go to my grave until a difference is made

I won’t go to my grave until a difference is made

(Until a difference is made)

Tentu kalimat penyemangat yang paling dalam terdapat pada bagian reff yang dinyanyikan kurang lebih sebanyak tiga kali. Kalimat yang memberi dorongan moril, bahwa kita para korban bullying ini bisa bangkit dan membuat awal baru untuk kehidupan yang lebih baik.

When the night is cold and you feel like no-one knows

what it’s like to be the only one buried in this hole

You can make it to the sunrise.

(Woah. Woah. Woah)

You can make it to the sunrise.

(Woah. Woah. Woah.)

Kemudian lagu ditutup dengan kalimat yang amat manis.

From time to time, there arise among human beings, people, who seem to exude love, as naturally as the sun gives out heat.

Intinya, buat para korban bully, jangan pernah menyerah, jangan pernah berkecil hati, jangan pernah merasa kalau diri kalian lemah, jangan pernah berhenti untuk meraih mimpi, karena di dunia ini kita mempunyai hak yang sama untuk hidup.

Untuk lebih mendalami apa makna dari lagu Sunrise diatas, mending kita lihat videoklipnya yuk.

Cus.

 

Buat yang suka versi accoustic, ada juga kok.

Cus.

Advertisements

86 comments

  1. Lagunya bikin sedih padahal musiknya semangat. Mungkin karena mengena banget ke diri saya yang dulu adalah korban bullying ya Feb. Harapan itu memang masih ada… dan akan selalu ada. Pem-bully cuma satu manusia lain dan ia/mereka tidak menentukan bagaimana hidup saya akan berjalan; sayalah yang bisa.
    Terima kasih sudah menginspirasi!

    1. Iyaaa mas. Liriknya ngena banget mas :’ aku juga sering jadi korban bully sih :’ makanya, yuk sama-sama kita lawan pembullyan :’)
      bener :’) hidup, hidup saya. cuma saya yang bisa menentukan mau bagaimana saya berjalan 🙂

      mantaaap mas 🙂

      sama-sama 🙂

      1. Eh saya baru tahu lho kamu juga korban bully Feb, awalnya malah saya kira kamu tukang bully :hehe :peace.
        Yooo, keep inspiring ya Feb!

  2. mas feb, itu personilnya ganteng ganteng ya. Keren.

    Keren nggak tuh?
    iya keren,

    Sama kayak aku, tanpa kamu pun aku masih bisa terus maju kok. Keren juga nggak tuh?
    Kalau yang ini nggak keren 😦

    Aku kira awalnya lagu galau gitu, karena di depannya melow. Tapi setelah di denger, bagian reffnya klimaks gitu ya.

    AKu baru tau lho, ternyata ada genre post hardcore begini. Dan aku makin sukaaa karena lagu ini ikut berperan dalam aksi stop bulliying.
    Jadi aku nggak jadi bully mas feb, tadinya sih aku mau nanya, mas nikah kapan?
    eh tapi nggak jadi.
    kan gak boleh bully ya. hiks.

    *ini apa sih*

    1. Iya emang ganteng-ganteng ngeeets ya :’ wkwkw

      Duh, nggak keren ya brati -_- wkwkwk aseeeem wkwkw 😀

      Nah, sama. Dulu aku waktu pertama kali denger lagu ini juga kirain mellow, eh akhirnya lumayan kenceng :))
      Mantaaap kan 😀

      -_______- pertanyaanmu mulia sekali ya -_-

  3. Hhaha. Kronologinya bisa aja, Bang.

    Gue baru kali ini dengar lagunya. Awal dengar emang agak melow ya. Tapi, pas udah reff, bau keren. Dan, video klipnya juga pas kalau menurut aku.

    Eh, salam kenal, Bang!

  4. Btw.. Ini bully akibat ente jomblo? Ooops..

    Makasih bang haji, udah jadi inspiratornya our last night, bang haji emang terlaluh

  5. Wah jadi band Our Last Night ini terinspirasi dari lagunya Rhoma Irama, luar biasa xD

    Rekamannya tanpa label/record apapun tapi tetep eksis gitu ya, hebat. Lagunya juga berkualitas,lagu penyemangat utk korban bully gitu yak.

    Yah blm bisa nonton videonya, kuota pas-pasan :’v

  6. Kalau nggak ada sela di relung hatinya untuk kamu ajak jalan malam Minggu, mungkin ada sela yang lain. Sela buat ngadain akad nikad pas hari Minggu. Yuhuuuu~

    Wuiiih. Tentang pembullyan ya, Feb. Temanya keren. Aku taunya lagu tentang pembullyan dan bikin pengen ngehentak-hentakin kaki itu cuma lagu No Love-nya Eminem feat Lil Wayne. Eh ternyata ada lagu ini juga. Yuhuuu. Lagi lagi yuhuuuu~

      1. Iya siapa tau kamu mau ngelamar si Ukhti. Ciyeeeee Febriiii. Hahaha.

        Yang Eminem tapi kebanyakan menyumpah. Bikin semangat nyumpahin si pembully. 😀

        Aku malah bloon kalau lagu hardcore, Feb. Dan tambah bloon lagi kalau baca postinganmu tentang lagu hardcore gitu. Hahaha. Seneng sih, jadi genre musik yang pernah aku denger dan bisa aku sukai jadi bertambah. Hehe.

      2. Eng… Ukhti susaaah buat didapetin chak 😥 sedih wkwkwk

        Yah, tapi kok nyumpah ya. ._. lawaaan ajaa langsung itu si pembully 😀

        Wahaha nggapapa Chak, nanti lama-lama ngerti kok sama lagu-lagu hardcore gini :)) bagussss loh 😀
        Hihihi syukurlah ada manfaatnya #ngomongin lagu ini 😀

  7. okeee sekali lagunyaaa ^o^.. akoh sukak!! Bikin semangat sih.. liriknya dalem, musiknya asyik. utk korban2 bully, sebenernya pesenku 1, ya jgn mau dibully.. berani aja hadepin para pembully yg sebenernya pengecut.. mereka membully kan krn tau korbannya pendiem, ga bakal lapor dll. berarti dr korbannya yg harus berani dan PD 😉

    1. Waaaaaa 😀 bagus deh kalau Mbak Fan suka 😀 selera musikmu memang keren mbak 😀
      Iya kan 😀 bikin semangat banget lagunya 🙂
      Bener, orang yang dibully itu jangan pernah takut. Semakin dia takut, semakin bersemangat juga mereka yang ngebully. Jadi, lawan dan bungkam mereka dengan berani :))

      mantaaap mbak pesanmu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s