Teknik Terbaik Dalam Dunia Kalkulator

Ada banyak hal baru dalam kehidupan.

Ya. Waktu yang terus berjalan seolah menuntun kita untuk meninggalkan sesuatu yang lama, menuju sesuatu yang baru.

Contoh paling sederhananya adalah alat hitung.

Dulu banget, sewaktu gue masih TK, alat hitung yang gue kenal cuma jari-jemari. Ya, waktu masih unyu dulu gue suka menghitung sesuatu dengan sepuluh jari tangan. Entah ngitungin apaan. Eh, kayaknya dulu nggak ngitung. Cuma mainan tangan doang.

Duduk di bangku kelas 1 SD, gue udah mengenal apa itu sempoa. Sebuah alat itung sederhana yang bentuknya semacam ini :

Alat itu pada masanya pernah membantu gue menghitung angka dalam jumlah puluhan. Gue ucapkan terimakasih kepada sempoa. Emmuah.

Sekarang? Sempoa cuma gue pake buat alat musik icik-icik.

Duduk di bangku kelas 5 SD. Gue mengenal kalkulator. Alat bantu hitung otomatis itu banyak membantu gue dalam banyak hal, terutama di pelajaran matematika. Ya, kalkulator adalah tempat pelarian gue disaat gue lagi males-malesnya ngitung manual. Makanya, otak gue ya gini-gini aja. Orang cuma dipake buat mikirin kamu doang :’).

Masuk ke SMK, perkembangan kalkulator semakin canggih. Karena gue masuk di SMK jurusan survey dan pemetaan yang mengharuskan siswanya terfokus pada hitungan  ͦ (derajat), ‘(menit), “(detik) serta hitungan sin, cos, tan. Maka gue pun mengenal kalkulator sin-cos-tan.

Kalkulator itulah yang menemani gue dari SMK hingga kuliah sekarang.  Walaupun kita tau bersama, masih ada kalkulator yang lebih canggih lagi yaitu Algebra. Sebuah kalkultor multi guna yang punya peranti pendukung seperti notepad yang berguna untuk nyimpen rumus buat contekan nanti kalau ujian. Sempurna.

Mungkin, setelah kalkulator Algebra ini bakal ada kalkulator Alliando. Nanti kalkulator itu bukannya mbantu ngitung, eh malah jadi serigala. Kan tai.

Karena gue anak teknik yang telah lama berkecimpung di dunia per-kalkulator-an, maka akan sangat malu jika gue nggak membagikan segelintir ilmu mengenai kalkulator yang gue punya ini kepada kalian.

Jadi, khusus di postingan ini gue akan memberi kalian satu teknik terbaik dalam dunia per-kalkulator-an :

‘Cara bikin tetek di layar kalkulator.’

Tenang. Jangan panik.

Jangan berharap bakal ada tetek yang keluar dan nyembul dari layar kalkulator.

Sekali lagi, ini adalah salah satu teknik terbesar dalam dunia per-kalkulator-an dan hanya ada segelintir orang dapat melakukannya.

Pertama :

Siapkan kalkulator. Sudah? Jangan buka situs-situs nakal. Tolong fokus. Ini hanya tetek. Tenanglah.

DSC_0239

Kedua :

Tekan tombol buka kurung ( ‘(‘ ). Cermati secara perlahan. Jangan terburu-buru. Jangan typo. Jangan pipis sembarangan.

DSC_0240

Ketiga :

Tekan tombol titik ( ‘.’ ). Ingat. Titik. Bukan koma. Kalau kalian salah memasukkan tanda baca ini, maka tetek yang muncul akan terlihat aneh.

DSC_0241

Keempat :

Tekan tombol tutup kurung ( ‘)’ ). Hati-hati dalam memasukkan tanda baca tersebut. Salah-salah memasukkan, kalian harus mengulanginya dari awal. Lakukan dengan tenang. Jangan lupa sarapan.

DSC_0242

Kelima :

Lakukan kembali cara kedua sampai keempat.

DSC_0243

Dan violaaaaa….

Kalian  berhasil menciptakan tetek yang ranum didalam layar kalkulator.

Hore.

Yak, skill ini bisa kalian terapkan ketika kalian sedang bosan. Sama seperti gue. Setiap kali mengikuti perkuliahan dan dosen memberikan latihan soal yang membutuhkan banyak hitungan, gue selalu mengelus dada. Kemudian, dengan penuh kehati-hatian gue pun mengambil kalkulator, membuat bentuk tetek dan menunjukkan karya tersebut ke seorang temen yang duduk di sebelah gue sembari berbisik dan memberi tatapan penuh kemenangan.

‘Ini tetek’

Reaksi temen gue bermacam-macam. Ada yang tersenyum iba. Ada yang mengelus dada. Ada juga yang hanya bisa membenamkan muka. Bahkan, kemarin gue berhasil digampar dengan mulus gara-gara menunjukkan karya ini ke seorang temen cewek.

Menarik dan mengerikan bukan?

Semoga membantu.

Saya Febri, si pakar kalkulator sejati.

Terimakasih.

Kita bertemu pada postingan #Tutorial berikutnya.

 

 

 

Advertisements

133 comments

  1. Serius pas baca judul awalnya kirain beneran ada teknik apaaa gitu yang bakal dibahas. Karena tulisan awal”nya juga agak menjanjikan ini lho. Daku malah sempat kepikiran mau ambil kalkulator buat praktekin. Tapi … tapi … ah, syudahlah~ =_=” Hiks. *puk puk kalkulator*

  2. Astagfirullah yaa Allah saya ngakak… gila febri gilaaa…hahahaha saya di awal serius, makin ke bawah malah ngakak…. thanks blogmu menemani hari2 bete ku, lagi ngepoin blogmu dari 2013, semangat menulis ya, salam dari bekasi!

    1. Hehehe Makasiiiih yaaaaaak 😀 dulu emang gila-gilanya sih :p wkwkwk Waaaaaaaa, syukurlah bisa menemani hari-hari beteknya ya 🙂 terimakasih apresiasinyaaa. Duuuuh, dikepo dari 2013 laluuuu. Maluuuk wkwkw

      Terimakasih yaaa 🙂 Semangat nulis juga dan salam balik dari Jogja 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s