Ride

Sabtu !

Apa artinya kalau udah hari sabtu?

SABTU NGOMONGIN LAGU !

Oy oy oy.

Kalau Sabtu Ngomongin Lagu, berati gue ngapain?

Kembali melewatkan malam Minggu yang syahdu itu.

Modar. Modar. Modar.

Yak, kita mulai saja. Lagu yang akan gue bahas pada Sabtu ini adalah Ride-Nya Twenty One Pilots.

Ada yang belum tau? Yak, sama kok. Gue juga baru tau semingguan ini.

Jadi ceritanya gini. Seperti biasa, sewaktu gue dan temen-temen lagi duduk manis di kampus sambil ngerjain tugas, tiba-tiba si Ananta ngeplay lagu yang  lirik dan nadanya agak-agak-lucu-gimana-gitu.

Kira-kira gue dengernya semacam ini :

‘Ouwo uwo ouwo uwo Amboi…. so am tiking may time on may raiya iya’

Lirik itu bener-bener mengotori otak gue.

Akhirnya, tiap kali Ananta ngeplay lagu itu, gue pun bersuara paling keras tiap kali lirik ‘ouwo ouwo’ itu berkumandang.

Ya. Ouwo ouwo doang.

Gue memang berbakat untuk diadopsi oleh Tarzan.

Setelah berkonsultasi sama Ananta dan mencari-cari referensi di internet, gue pun mulai mengerti siapa itu Twenty One Pilots.

Yak, Twenty One Pilots adalah sebuah band yang hanya terdiri dari dua musisi kece (Tyler Joseph & Josh Dunn). Mereka berasal dari Colombus, Ohio, US. Yang kalau gue ukur pake google earth, kira-kira berjarak 16218 Km dari Jogja. Jarak yang cukup mampu meneposkan paha jika kita harus menempuhnya dengan ngesot.

Band ini masih terhitung cukup baru karena terbentuk tepat pada tahun dimana gue jadian sama Kiky (mantan gue) : 2009. Seandainya hubungan gue sama Kiky kala itu bisa bertahan hingga sekarang, pasti umur hubungan gue sama Kiky sama persis kayak umur Twenty One Pilots sekarang : 6 Tahun.

Huft…

Pfft…

Lanjut.

Ngomongin masalah lagu, Ride ini mempunyai makna yang cukup dalam, yaitu tentang perjalanan kita menghadapi kehidupan dan juga perjalanan kita menuju kematian.

Ya, seperti manusia pada umumnya, kita pasti menginginkan kehidupan yang mudah-mudah saja, tanpa ada banyak beban dan pikiran. Namun disatu sisi, kita pasti tahu, kehidupan yang seperti itu nggak akan pernah ada.

Dalam hidup kita pasti selalu diselimuti oleh rasa khawatir. Entah khawatir akan diputusin pacar, khawatir akan orang-orang yang membenci kita, hingga khawatir akan kematian yang kita nggak tau kapan datangnya.

Semua keresahan tentang perjalanan hidup dengan manis dirangkum dalam lirik lagu Ride ini. Selain itu, di dalam lirik Ride itu pun banyak pertanyaan yang diajukan, seperti :

Who would you live for?

Who would you die for?

And would you ever kill?

Yang kemudian, liriknya ditutup dengan kalimat :

I’ve been thinking too much…

Kebanyakan mikir? Mending piknik aja.

Lagu Ride ini digarap dengan sangat apik. Kayak campuran antara reggae sama rap gitu.  Jadi seakan ketika kita dibuat berpikir mengenai makna dari lirik lagu Ride, kita justru diajak untuk enjoy-enjoy aja dengan nada lagu Ride yang njogetable banget gitu.

Penasaran dengan lagunya? Yuk mari.

 

 

 

Advertisements

83 comments

  1. Jadi lirik yang “ouwo ouwo amboi” itu di lagu yang sebelah mana Feb? Kok nggak ditulis di post? :haha. Dan saya baru ngeh, kalau malam minggu dan Febri tidak memosting soal lagu, itu artinya…

    1. Di bagian reff lagu Ride ini mas. wkwkwk kan ‘ouwo uwo’ wkwkwk.

      Kayaknya aku bakal posting masalah lagu terus deh tiap malming wkwk :p wkwkw

      Eh mas, komentarku diblogmu masuk nggak e?

      1. Oke… coba nanti saya dengerin (ketahuan belum dengar, kan :haha).
        Jangan pesimis dulu, siapa tahu minggu depan bisa beda kan postingannya :haha.
        Yang di postingan mana? Sejauh ini belum ada komentar darimu sih Feb :hiks.

      2. Wkwkwkw siaaaap mas 😀

        iya ya mas 😀 siapa tau kan ya ._. ya, kita liat besok deh :p wkwkw

        Yang dipostingan museum geologimu mas? ._.
        jadi nggak masuk po mas? sedari tadi aku blogwalking dan komentar ke beberapa blog ._. kok kayak nggak masuk gitu ya -_-

      3. Mungkin masuk spam, Feb. Coba saya cek kolom spam dulu ya. Saya juga sering begitu, Feb. Kadang kita mesti terima nasib soal komen ditolak itu :hiks.

      4. Beberapa hal kadang tak bisa diperbaiki Feb :haha.
        Angin-anginan sih, wordpress ini. Kadang komen kita masuk spam terus. Kadang lancar. Kadang dimoderasi terus. Suka-sukanya dia saja. Kita pengguna bisa apa? *kok jadi kesel ya :haha*

      5. Yah ._. sedih ya :’ wkwkwk

        Tapi nanti bisa bener sendiri nggak mas?
        Iya mas -_- bener. kadang enak-enak aja komentarnya. kadang harus moderasi. Yah, kita bisa apa wkwkwk 😀

      6. Iya Mbak, memang banyak banget komen masuk di sana :hehe. Makanya saya sekarang agak merajinkan diri buat mengecek tempat itu, siapa tahu ada komentar yang tersasar :)).

  2. Gw kemaren pas nyetir dengerin si 21 pilots ini Feb. Bukan yang ini ternyata. Cukup catchy lagunya kemaren dan yang ini juga. Gw juga udah mulai ikutan ngerekam uwowowonya nih. Kan sebelom komen kalo lagu gw denger dulu lah 😀

  3. Hi there! thank you for listening to twenty one pilots and shared to the others of your experience! we really appreciate that.

    Anyway, I’d recommend you to listen to Message Man, Polarize (BF album), Holding on to You, Ode to Sleep, Screen (Vessel album), Kitchen Sink, Ruby, Anathema (RaB album), Pantaloon, Fall Away, Isle of Flightless Birds (TOP album). Hope you enjoy!

    ps: we love your writing style, it’s light, easy reading and funny, keep it up!

  4. Sempet-sempetnya nyelipin mantan, Feb. Huahahaha.

    Aaaakkkk lagunya lucuuuuuu! Rada mengingatkan sama Rude-nya Magic. Trus denger suara vokalisya jadi ingat sama rapper namanya Yelawolf. Vokalisnya juga ganteng. Dua-duanya sih ganteng cuma lebih menggairahkan itu si vokalisnya. Aaaaaaak~ *langsung download*

    1. hihihi iya kepikiran si mantan aja mbak 😀 wkwkwk
      Aaaakh, ucul banget lagunya 😀
      nah, sama mbak 😀 jadi inget rudenya magic 😀 kalau rappernya aku nggak tau :p wkwk
      selamat download mbak 😀

  5. Wiiih! Aku sukanya Tear In My Heart. Soalnya jujur aja sih, kurang suka genre lagunya wkwk. Tapi tetep menarik buat di denger heuheu. Ayo lanjutkan ngepost soal band-band yang kurang familiar di Indonesia, ditunggu band selanjutnya hari Sabtu depan! 🙂

    1. Aku malah belum denger yang tear in my heart mbak 😀 wkwkwk
      Genrenya unik sih mbak, aku juga kurang suka, cuma enak aja didenger 😀 wkwkwk
      siaaap mbak :)) tungguin ya tiap sabtu 😀 selera musik kita kan sama mbak 😀

  6. Waaaaa sukaaaaa…. ada reggae nya gitu jadi bikin apa mas? njogetable? mangsetab lah itu istilah 😀

    Video klipnya low badget kali yak, gini mah kita juga bisa bikin yang lebih hebohan mas feb, cuman pasti gak ada yg nonton XD

  7. Hmm, sayang sekali putus ya, Feb. Seharusnya mah bisa 6 tahunan. 😦
    Btw, ciyeee inget mantan. :p

    Wih, sekarang konsisten nulis tentang musik nih, yak. Boleh juga buat ide tulisan. 😀
    Makasih juga infonya tentang band itu. :))

  8. genre-nya bener2 beda dari yang biasa saya dengar …
    bener2 campuran antara reggae, rap .. dan apa ya …
    saya ga begitu ngerti … apa karena saya ini suka dengerin musik dangdut ya ….

    1. Kritiknya apa ya? Emm… mungkin untuk sebuah lagu, ini terlalu banyak pengandaian yang mungkin membuat orang yang hanya mendengar biasa tidak dapat memaknainya? Tapi, tetep keren deh. Aku nggak bisa mengomentari lagi 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s