Perubahan Signifikan yang Entah Karena Apa

Sejak kejadian penolakan hari itu, kini gue jadi sering menyendiri. Ke pantai yang awalnya gue rencanain bisa pergi berdua bareng Elfie akhirnya cuma bisa gue nikmati sendirian.

Galau yang menyerang perasaan gue ini ternyata bisa membuat pemandangan yang seharusnya biasa aja menjadi hal yang ngeselin. Disaat gue lagi naik motor dan berhenti di lampu merah, gue liat disamping gue ada sepasang muda-mudi berseragam SMP berpelukan mesra. Rasanya pengen turun dari motor dan nyemilin aspal.

NGESELIN !

Beberapa hari berselang, perasaan gue masih tetep galau karena efek penolakan yang dilakukan oleh tersangka Elfie. Padahal, hari ini sekolah gue ngadain pentas seni dan Freaqueenz akan tampil perdana di pentas seni itu.

Band gue udah latihan mati-matian masa gak jadi tampil cuma gara-gara gue yang lagi galau? Gila aja. Gue pun memutuskan untuk move on sesaat.

Waktu pentas seni dimulai, gue dapet kabar kalau band gue tampil nomer lima setelah Juju, temen gue, yang tampil solo. Dari jauh, penampilan band-band lain terlihat professional dan bagus banget. Gue sempet merasa minder karena baru kali ini Freaqueenz akan tampil di atas panggung dan dilihat orang banyak.

Penampil keempat pun dipanggil, Juju mulai naik ke atas panggung. Dia membawakan lagu Kau Cantik Hari Ini-nya Lobow sambil berkata :

“Lagu ini saya persembahkan untuk seseorang yang ada disini… yang semakin hari semakin terlihat cantik”

So sweet bangeet. Gue sempet GR dan mengira kalau lagu itu Juju persembahin buat gue. Tapi… Gue manis, bukan cantik.

Tidak terlihat sedikitpun rasa gugup dan malu pada diri Juju. Dia bernyanyi lepas, bercelana lepas. Mungkin dia memang sudah terbiasa bernyanyi di atas panggung kayak gitu.

Tepuk tangan meriah terdengar sesaat Juju selesai tampil dan menutupnya dengan salam. Gue pun ikut tepuk tangan.

“Selanjutnya adalah penampil kelima. Band yang baru pertama ini saya dengar. Mari kita sambut dan gampar bersama, Freaqueenz” seru MC kampret dari atas panggung. Gue dateng ngambil gitar terus nimpukin kepalanya.

Gue, Aryo, Erwin, dan Yoga melangkah ke atas panggung layaknya boyband kesasar yang kehilangan kemaluan. Aryo langsung menempatkan dirinya di posisi drum. Erwin mengambil bass yang tergeletak di samping drum. Yoga memungut gitar yang bersandar di pojokan panggung. Sementara gue? Gue mencari tempat sampah buat nyimpen muka dan harga diri gue.

Di depan gue udah ada mic yang berdiri tegak menantang. Apakah mic itu akan kuat menahan bau nafas naga gue? Entahlah.

Diatas panggung, gue mulai melepas seluruh harga diri gue dan menyanyikan dua buah lagu yang tempo hari sudah Freaqueenz persiapkan.

Pada intro awal, alunan gitar yang berkaloborasi dengan dentuman drum dan bass masih terdengar syahdu. Sampai masuk di bagian gue bersuara, panggung roboh. Nggak ada syahdu-syahdunya sama sekali.

Penampilan perdana Freaqueenz pun bisa dikatakan kacau karena ulah gue sendiri yang di bagian reff secara maksa mengeluarkan suara tinggi yang akhirnya nggak kuat. Fals-lah yang terjadi.

Semenjak temen-temen melihat gue tampil di atas panggung, mereka jadi punya ejekan baru buat gue. Ada yang bilang kalau suara fals gue itu bisa menjadi ciri khas dalam diri gue, sampai yang paling ngenes ada yang bilang :

“Lo bikin band biar lo laku Feb? Udahlah. Sekarang tampang yang berbicara”

Iya. Gue tau.

Karena terlalu sering diejek dengan ejekan yang emang nyata, lucu dan berkelas, akhirnya gue jadi sering banget tertawa dan hal itu yang membuat gue lupa kalau lagi galau. Gue bisa sedikit bangkit dari kegalauan.

Temen memang bisa menjadi elemen penting dalam kehidupan gue. Setidaknya… they will always pick me up when i fall…….. after they finished their laugh.

Sekilas, Gue jadi keinget Elfie. Apa ya kira-kira penilaian Elfie tentang penampilan gue hari ini? Dia jadi suka atau justru malah tambah ilfil sama gue. Soalnya di dalam teori penggebetanicus monocorocus pastikus berhasilcus bab 7 ayat 5 halaman 15 berbunyi :

“Ingin penggebetan anda berhasil? Bentuklah band! karena itu akan membuatmu terlihat sedikit keren”.

Untuk menemukan jawaban dari pertanyaan gue itu, malemnya pun gue nyoba buat sms Elfie.


            Febri : Elf? Gimana kabarnya? Kok jarang sms?

1 menit berlalu, hape diam.

5 menit berlalu, masih belum ada balesan

10 menit kemudian, hape gue bunyi tanda ada sms.

            Elfie : Iya kak? Kabar baik kok. Loh? Bukannya biasanya kakak duluan yang sms aku ya?

Engggg…..

            Febri : Eh, iya juga ya Elf? Sekarang lagi ngapain nih?

            Elfie : Iya kak. Ini lagi sibuk. Udah dulu ya.


Gue diem membaca pesan Elfie yang terakhir. Nggak kayak biasanya. Gue pun meletakkan hape di meja belajar sembari merebahkan badan.

Diatas kasur, rasanya gue pengen teriak sekenceng-kencengnya. Tapi karena suara gue nyempreng, hari udah cukup malem dan gak enak sama tetangga, akhirnya gue cuma bisa teriak dalam hati sambil guling-guling di atas kasur. Gak tau lagi apa yang bisa gue lakuin selain menutup muka dengan bantal sembari menggerutu.

‘Udah ditolak, dijauhin pula’

Udah, menyerah aja.

Hati gue mulai goyah.

Advertisements

17 comments

  1. Ngenesnya :hehe. Duh, saya tumben main kemari jadi ada beberapa postingan yang saya lewatkan, mohon maaf banget ya Feb :hehe. Semangatlah buat si Febri (nama tokohnya sama kan) dalam mencari cintanya jadi semua bisa berakhir dengan baik. Saya kayaknya mesti baca dari awal nih, sepertinya ini seru :hehe. Kasihan itu ngemilin aspal, pantes aspal di Yogya pada bolong semua, eh ternyata dimakan si Jones toh :haha *kabur*.

    1. Hihihi aku beberapa minggu yang lalu juga jarang update mas :’ maafkan hihihi 😀

      Iyaaa ini sebenernya cerita nyataku dulu sih mas, waktu SMP wkwkwk 😀

      Jones itu beringas mas, apa-apa dimakan 😀

      Makasiiiih banyaak mas 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s