Nanti, ya

Kamis ditanggal 22 Januari 2015 sebenernya adalah hari yang biasa aja. Kala itu, buat mahasiswa di kampus gue yang baru bergeliat di semester 3, sebenernya hari itu merupakan hari libur karena nggak ada jadwal kuliah. Buat mahasiswa di kampus lain, ya jelas udah liburan.

Tapi, Kamis siang itu adalah hari yang agak-agak nggak jelas buat mahasiswa semester 3 yang masih dalam masa UAS, seharusnya nggak ada jadwal ujian, tapi harus ke kampus karena revisi laporan.

Mahasiswa itu gue sama Imam.

Hari itu, gue main ke rumah Imam buat belajar mata kuliah pemrograman komputer yang akan di ujiankan pada jum’at pagi.

Cobaan dari belajar bareng temen itu banyak banget. Baru selangkah gue masuk kamar Imam, tiba-tiba mulut gue langsung ngomong :

“Mam, main PES yok”

“Yok !” Imam merespon dengan baik.

KAPAN BELAJARNYA ?!!!!!

Ya setelah main PES lah.

Hari itu, terhitung selama kurang lebih 1 jam gue sama Imam main PES. Merasa bosan, gue pun minta udahan dan merebahkan diri di karpet kamar Imam.

“Feb, laper. Makan yok” Imam berdiri dari duduknya dan mengambil dompet yang tergeletak dikasurnya.

“Ayok” Gue yang baru beberapa menit rebahan pun ikut bangkit dan membonceng Imam menuju warung deket rumahnya.

KAPAN BELAJARNYA ?!!!!

Ya setelah makan lah.

Kami sadar diri. Hanya membutuhkan waktu 33 menit buat menyantap makanan di warung deket rumah Imam. Kemudian, kami pun kembali ke rumah Imam dan bersiap buat belajar.

Laptop dinyalain. Gue membuka modul mata kuliah pemrograman computer. Imam mulai mengotak-atik laptopnya dan membuka program visual basic. Kami berdua belajar dengan diawali membaca modul kemudian mempraktekannya pada program visual basic. Hal itu berjalan selama beberapa menit. Sampai akhirnya, hape Imam berdering.

“Hallo? Gimana mas?” Sapa Imam menjawab panggilan itu.

“Hah? Revisi laporan?” Imam masih ngobrol penelepon itu.

“Nggak bisa besok aja mas? Hari ini kami libur, mau belajar pemrograman komputer”

“HAAH?!! Nggak bisa? Yaudah mas, aku sama Febri ke kampus sekarang ya?” Jawab Imam kemudian mematikan panggilannya.

Imam berkemas-kemas. Dia memasukkan laporan praktikum ke dalam tasnya. Beberapa lembar kertas kosong dia bawa. Tak lupa laptop dia matikan dan dia geletakkan di meja belajarnya. Kemudian, setelah dirasa siap, dia ngomong ke gue.

“Ayo kita ke kampus. Mas Asdos minta revisi laporan sekarang. Hari ini terakhir katanya”

Gue mangap sambil megangin modul pemrograman computer.

“Terus, belajarnya gimana?”

“Nanti, setelah revisi” Jawab Imam keluar kamar yang segera gue susul dari belakang.

Siang itu, sekitar pukul 14.12 kami berdua pun berangkat ke kampus, meninggalkan hasrat buat belajar pemrograman computer.

Xxxxx

Pukul 14.47, kami sampai di kampus. Cuaca mendung mendera siang itu. Awan pekat hitam menghias langit Jalan Kaliurang. Setelah memarkir motor, gue liat  Mas Asdos udah nunggu di sebuah kursi yang berada nggak jauh dari parkiran. Segeralah kami berdua menghapiri Mas Asdos dan minta konsultasi laporan.

Beberapa paragraf, perhitungan dan gambar grafik dengan mulus di coret-coret sama Mas Asdos dengan menggunakan pulpen merah. Gue menelan ludah. Imam geleng-geleng kepala. Sampai ketika Mas Asdos berhenti mengoreksi, laporan kami jadi mirip-mirip bendera Negara Indonesia. Merah putih.

“Besok kalau udah direvisi, langsung kasihin ke dosen aja ya” Ucap Mas Asdos memberi intruksi.

“Siap mas” Gue sama Imam serempak menjawab.

BRUUUUAAAK GRRRRRSSSKEREEEEK SREKESREKKESREK.

Suara gemuruh terdengar sesaat setelah di parkiran bagian Barat, pohon yang lumayan besar ambruk menimpa beberapa motor yang terparkir disana.

Seketika, Mas Asdos pun bangkit dari duduknya dan mendekat ke pohon ambruk tersebut.

Gue pun ikutan berdiri dan menyusul Mas Asdos.

Seakan nggak mau kalah, Imam ikut-ikutan berdiri.

“Itu beneran pohonnya ambruk Feb?” Tanyanya sambil berjalan disamping gue.

Merasa mendengar pertanyaan yang cukup aneh, gue pun berhenti. Imam ikutan berhenti. Dengan menghela nafas panjang, diawali dengan menepuk pundak Imam, gue pelan-pelan menjelaskan.

“Imam… didunia ini nggak ada yang beneran. Burung berkicau. Awan menggantung. Hujan berjatuhan. Semuanya nggak beneran. Apalagi pohon ambruk didepan sana. Itu hanya bagian dari drama kehidupan yang kita nggak tau dimana finishnya. Bentar lagi juga itu pohon berdiri kokoh lagi. Oleh karena itu, mari kita mendekat ke pohon ambruk tersebut. Biarkan aku mengambil sebatang kayu dari pohon tersebut dan menimpuknya ke kepalamu. Ayo, mari ikuti aku”

Imam mengangguk paham, kemudian bersamaan dengan gue yang kembali melangkah mendekat menuju pohon yang ambruk itu.

“Yah, gitu doang pohon ambruknya” Imam berucap dengan nada kecewa.

Gue hanya menoleh, males nanggepin. Kemudian kembali melihat beberapa karyawan kampus memotong-motong pohon tumbang tersebut.

“Udah yok Feb, balik. Kita belajar pemrograman computer”

Kami pun setuju buat balik. Niat kami buat belajar pemrograman komputer pun sudah bulat. Sampai disaat kami akan menyalakan motor, tiba-tiba…

BREEEEEESSSSSSS

Ujan deras mengguyur kawasan kampus.

Gue berlari buat berteduh di salah satu bangunan deket parkiran. Imam mengikuti dari belakang. Setelah berteduh, Imam menghela nafas.

“Yah, Hujaaaaaaan” Ucapnya tertunduk.

“Iya. Hujan” Gue menanggapi seadanya.

“Terus, kapaaan belajarnyaaaaaa?” Imam kembali berucap, sambil mengangkat kedua telapak tangan ke udara.

“Nanti aja, kalau kita kelar S2” Jawab gue pasrah.

Advertisements

66 comments

  1. Udahlah Feb, kalo emang seneng programming mah gak perlu belajar lagi. Ini pelajaran yang nenurut gw bakalan bis kalo banyak praktek deh.

    1. Nah, iya bang. aku sama temen sekelas, bahkan kakak angkatan itu bilang kalau mata kuliah pemrograman itu mata kuliah paling nggak jelas. ._. prakteknya sih tinggal masukin koding-koding di form visual basic gitu. bener, banyakin prakteknya bang 😀

    1. Nah, ini teori bener mbak :p kalau belajar terus, nanti strees, harus diiringi sama bermain. kalau bermain terus, nanti lupa belajar. tapi, bukannya bermain itu adalah guru yang baik ya? *semakin ngaco*

  2. belajar di kampusnya kan bisa mas. eh tapi laptopnya lupa dibawa ya.
    eh itu makan sampek 33 menit akurat banget dan sekaligus kelamaan :D..
    paling gak enak laporan praktikum diserahin asdos dulu, padahal udah bener masih main coret aja.

    1. Hihihi ya harusnya bisa sih Bang kalau mau belajar di kampus, cuma ya, kemauannya itu :p

      HAhahaha iya kira-kira segitu lah Bang 😀 sekalian ngobrol :p

      Iya, Asdos jahat 😀

  3. Belajanrnya nanti aja Feb… abis lebaran! :hehe :peace
    Kocak banget, gw nggak bisa berhenti ketawa baca ini. Random banget dah :haha.
    Btw, pohon ambruknya nimpa motormu, nggak?

    1. Wahahaha, iya, nunggu lebaran gajah deh belajarnya 😀

      Makasiiiiih banyak Bang 😀

      Alhamdulillah motornya nggak nimpa motorku kok bang. ada 5 motoran yang kena. tapi yang paling parah cuma peyok sama spionnya copot doang. pohonnya kebetulan lagi baik 😀

  4. Percuma ya kalo nyuruh cowo belajar, aku udah pengalaman banget neriakin Mas Suami buat belajar atau bikin tesis, ya tetep aja kalo lagi gak mood gak bisa dipaksa. Kalo diumumin nilainya terus tnyta gak sesuai harapan baru nyesel😕😕

  5. BAHAHAHAHAK KELAR S2 EBUSEETTT. Ini lo lucunya nagih banget Feb yaelah! Gue tiep main kesini pasti ngecek semua postingan yang belum kebaca. Huheh. Semangat yang udah mau semester 4!! Kampus gua aja udah UTS feb dan lo baru mau libur .__.

  6. Ya ampun masih semester tiga… masih unyu-unyu ya…. :))

    Udah, daripada belajar, main PES aja. Paling-paling juga ntar nilai UAS-nya ancur semua…. :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s