Setelah pertemuan itu…

“Kita mau kemana, Yank?” Beby bertanya, tangannya masih bertautan dengan tangan gue. Langkah kakinya menapak mengikuti langkah gue.

“Ke parkiran, Yank” Gue menjawab seadanya, dengan langkah cukup cepat. Bahu gue encok menggendong tas yang Beby bawa.

Suasana bandara pagi itu cukup ramai. Beberapa orang menjemput sanak saudaranya, beberapa orang lain sibuk mencari orang yang akan dia jemput, sisanya sibuk mencari hidayah Tuhan yang maha esa.

Gue sama Beby berjalan beriringan, melewati jalan-jalan yang penuh dengan kerumunan orang. Sesekali kami saling menanyakan kabar, melepas rindu yang entah dari kapan terbentuknya.

Kami berdua telah sampai di parkiran. Gue letakkan koper besar yang dibawa Beby dibelakang motor, gue letakkan tas yang dari tadi gue gendong di atas jok motor, Beby pun meletakkan kardus bolu meranti di atas jok motor orang.

“Kita mau kemana, Yank?” Beby kembali bertanya, tangannya menarik-narik lengan gue.

“Kita pikirin gimana caranya ngebawa koper besar ini ke penginapanmu dulu ya, sayang?”

Beby melihat motor gue. Beberapa saat kemudian, dia melihat barang-barang yang dia bawa. Mukanya kusut seketika.

“Aku naik taksi aja nih sayang?” Ucap Beby dengan nada bener-bener putus asa.

“Jangan. Mari kita coba, seberapa kuat motor mio yang aku bawa” Gue ngomong dengan rasa percaya diri.

Perlahan, gue taruh koper besar yang Beby didepan motor. Gagal. Gue coba tekan lebih kuat. Masih gagal. Gue tekan dengan paksa. Motor gue lecet.

Hore.

“Udah bisa bawa kopernya kan yank? Kita sekarang kemana?” Untuk kesekian kalinya, Beby bertanya dengan nada yang hampir sama.

Gue memandangi Beby. Kemudian, tangan gue mengambil seikat bunga yang dari awal udah gue taruh di depan motor.

“Ini, buat kamu.” Tanpa memberi jawaban atas pertanyaan Beby, gue langsung menyodorkan bunga itu “I love you”

Beby diem. Dia menerima bunga itu dengan penuh senyum. Kemudian, dia cuma bisa membalas dengan suara pelan

“I love you too”

Dan Sekitar pukul 09.45 itulah, di sepanjang jalan, dikala gue kesusahan nyetir motor sambil ngangkang karena pijakan kaki di motor mio gue udah di tempati sama kopernya Beby, Dia justru senyam-senyum sendiri menciumi wangi bunga mawar yang gue beri.

Xxxxx

“Makan yuk, Yank?” ucap gue setibanya di penginapan Beby.

“Yuk” Dia menjawab seadanya, seikat bunga yang gue kasih masih dia pegang.

“Ya ayok, bunganya taroh dulu, terus kita berangkat” Pinta gue.

Beby pun menaruh bunganya di atas meja dan duduk di jok belakang motor gue. Baru beberapa meter motor gue melaju, Beby pun bertanya.

“Kita mau kemana yang?” Dengan nada yang sama, kayak pertanyaan di paragraph atas.

Atas dikit.

Yak.

Hop.

Gue diem, membiarkan Beby penasaran dengan pertanyaannya sendiri. Nggak beberapa lama kemudian, kami berdua pun sampai di tempat makan Waroeng SS (Spesial Sambal) sebuah tempat makan yang tiap harinya pasti rame dikunjungi manusia-manusia yang butuh cemilan cabe.

Kami pun memarkirkan motor dan masuk ke dalam menempati meja nomer 2. Waroeng SS buka sekitar pukul 10.00, pagi itu, sewaktu gue datang pukul 10.12, udah ada beberapa pengunjung yang lebih dulu makan sambil nyemilin cabe.

Kami berdua mesen ayam bakar 2, jamur crispy 2, nasi 2, sambel trasi mentah 1, sambel trasi mateng 2, jus apel 1, jus melon 1 sama cah kangkung 1.

Nggak perlu menunggu waktu lama, makanan yang kami pesan pun datang juga. Dengan sopan sang pelayan meletakan pesanan kami diatas meja. Dengan rakus pula Beby langsung mencicipi jamur crispy yang masih hangat. Hanya dalam waktu sekitar 1 menit 23 detik, jamur crispy itu lenyap.

LENYAP.

Luar biasa sekali manusia Medan yang satu ini.

“Enaaaaaaaaaak banget” ucap Beby sambil mengunyah jamur crispy.

“He’em yank” Gue menjawab seadanya.

Beby pun mulai melahap nasi beserta ayam bakar dan sambel trasinya. Gue yang dari dulu pengen liat Beby seneng jalan sama gue pun hari itu terwujud juga. Gue bener-bener melihat dia seneng banget melahap makanan yang dia pesan. Sampai akhirnya….

“Aaaaaaaah enaknyaaaaaaaaaa” Beby kembali berucap, kali ini dia mengangkat kakinya dikursi. Style yang sangat kece untuk dilihat.

“Enak ya” gue menjawab, kemudian dengan nada berbisik, gue mencoba ngasih tau suatu hal ke Beby “Yank, kakinya kayaknya bagus kalau nggak dinaikin di kursi deh”

Beby melirik tajam, kemudian dengan tangan kanan memegang secuil daging ayam, dia bergumam santai.

“Itu, abang yang di sana juga duduknya selo-selo aja”

Gue menoleh mas-mas yang Beby tunjuk, kemudian, gue cuma bisa menggeleng iba dan berbisik pelan.

“Itu. Masnya. Duduk. Lasehan. Sayang.”

Beby masih cuek. Dia tetep melahap nasi ayam bakar yang udah lebih dulu menyita nafsu makannya. Sampai akhirnya, gue pun pasrah.

“Kamu tau nggak yank, kenapa aku ngasih bunga mawar merah 2 sama bunga mawar putih 2 kayak bendera Indonesia?”

Beby menggeleng. Nggak menjawab. Mulutnya terus-terusan mengunyah.

“Karena kita, nggak akan pernah bisa sampai kayak gini tanpa saling memperjuangkan”

Beby menjatuhkan ayam bakar yang tadi dia kunyah di piringnya. Dia terdiam, memandangi gue penuh rasa kasih sayang.

Sekarang, gantian gue yang asik melahap nasi ayam bakar.

Mampus.

:*

Advertisements

44 comments

  1. Emang enak tuh jamur krispy si SS, btw aku pernah makan di SS yang deket UGM. Lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget datengnya itu makanan, ada kali 40 menit. Untungnya murah dan enak. Haha

  2. HUAHAHAHAHA ASLI NGAKAK YANG PAS BAGIAN “ATAS DIKIT. YAK. HOP.” Apa-apaan cobaaakk.
    Udah lama nggak main kesini astaga. Sebagai blogger aku merasa gagal belum blogwalking kesini kemaren-kemaren. Jahat ya gue masfeb? Bunuh aja hayati bang. :’)

  3. Feb, lu lebih dewasa dari beby deh. Tapi sama ngocolnya. Ah sukak deh sama cerita lu. Hahaha.
    Btw gw sama penasarannya aa Firman soal cerita di kasirnya.

    1. Wohooo Bang Dani :D. Makasih banyak Bang. Tapi, sebenernya tetep dewasa si Beby sih :’ . Aduuuh, emang terkesan nggantung banget sih ya. Besok coba dikembangin deh Bang. Makasih ya Bang 😀

  4. Dibagian akhir, baru aja membayangkan beby seorang cewek tomboy berparas lucu. Tiba-tiba… ia langsung muncul pertama di dalam komentar postingan ini. Gila, ternyata yang pacaran sembari saling nge-blog sedang marak- maraknya nih. Huahaha.

    Ngomongin tulisannya, banyak yang bikin gue ngakak sendiri. “Menggeleng iba”. Cetan. Keren banget mainin kata-katanya. Lanjut, Feb! :))

  5. Tes tes..

    Sepertinya blog ini udah gak cocok sama kaum jomlo, bersiaplah untuk menelan air liur orang disebelah jika membaca blog ini. Khusus jomlo, khusus jomlo.

    Orang Medan makan kek gitu mah biasa, di Riau juga banyak begitu, tapi om – om.

    Langgeng ya bro sama Kak Beby..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s