Kepada mereka yang lelah dalam hidupnya

Berada pada titik terbawah dalam hidup.

Gue yakin, dari banyaknya orang yang tersebar dalam dunia ini, pasti ada sebagian atau beberapa orang yang pernah jatuh dalam titik terbawah dalam hidup.

Maksudnya apa sih?

Titik terbawah dalam hidup adalah sebuah situasi dimana kita merasa frustasi, merasa lelah dan merasa bosan dengan kehidupan yang kita jalani.

Jadi gini, pernah nggak kalian merasa sendiri disuatu tempat yang sebenernya suasana disana itu ramai? Atau, pernah nggak kalian merasa sendiri dikamar dalam keadaan gelap, berlindung dibalik selimut dan dalam keadaan gelap gulita sunyi sentosa? Hampa. Gue tau bahwasanya rasa itulah yang merasuk cepat didalam lubuk hati.

Gue juga pernah ngalamin masa itu.

Disela-sela kesendirian, gue terdiam didalam kamar. Pikiran berantakan. Suasana hati nggak karuan. Disitu, dibagian sel-sel kecil otak gue pernah memerintahkan bahwa lebih baik gue bangkit, berjalan ke arah dapur, mengambil sebuah pisau kecil, berjalan kembali didalam kamar, tutup pintu dan menggoreskan pisau tersebut di urat nadi tangan kiri. Lebih baik melihat darah-darah merah yang mengucur cepat lalu selesai, daripada melihat sebuah kenyataan hidup yang entah dinamakan apa.

Didalam perjalanan pulang kuliah, gue pernah melamun beberapa saat. Pikiran terpecah. Suasana hati kayak habis mengalami perang berdarah. Disitu, kembali, bagian kecil sel-sel otak gue memerintahkan bahwa lebih baik gue memutar gas motor lebih cepat dan menabrakannya ke sebuah pembatas jalan, daripada terlalu sering mengecewakan, menyusahkan dan merepotkan orang lain.

Namun, disisi yang lain, otak gue masih bisa berpikir jernih. Dengan cara itu, jelas, gue bakal masuk neraka. Mati dengan cara wajar aja gue nggak yakin bisa terhindar siksa itu. Maka, gue nggak mau hal itu terjadi.

Orang lain cenderung lebih memilih untuk bicara ‘sabar ya’ dengan nada menenangkan daripada memilih untuk menemani dan menghilangkan pikiran kotor tersebut.

Orang lain pun cenderung lebih memilih untuk menyemangati lalu pergi daripada memilih untuk merangkul dan tetap menemani.

Orang-orang yang jatuh didalam titik terbawah dalam hidup itu nggak butuh untaian kalimat :

“Iya, aku tau kok. Aku tau gimana rasanya jadi kamu”

NGGAK BUTUH !

Orang-orang yang jatuh dalam titik terbawah dalam hidup hanya akan membalas kalimat itu dengan untaian senyum yang menggambarkan bahwa dia baik-baik saja. Padahal sebenarnya, enggak.

Dalam masa ini, orang-orang yang jatuh dalam titik terbawah dalam hidup biasanya selalu memberikan kesan bahagia, melemparkan tawa kesenangan dan bertingkah layaknya orang yang tahan banting sewaktu dia berada dalam ruang lingkup keramaian banyak teman. Namun, ketika dia sendiri, ketika dia berdiam diri dalam kamar, dia hanya tertidur, menangis dalam hati, buih-buih air matanya mengalir dengan sendirinya, memikirkan sebuah pemikiran yang entah darimana itu berasal.

“Kenapa aku lemah?”

“Kenapa aku nggak berguna?”

“Kenapa aku hanya merepotkan?”

“Kenapa aku nggak bisa apa-apa?”

Kemudian sel-sel kecil di otak kembali menimbulkan sebuah pemikiran kotor yang jika dilakukan akan terlihat sangat konyol.

Gue tau, kadang rasa frustasi itu bisa datang kapan aja. Dan kalau semisal rasa itu ada menyelimuti pikiran kalian, gue minta, pikirin beberapa hal ini :

Kepada orang yang terjatuh pada titik terbawah dalam hidup seperti…

1. Orang yang Lelah dalam Hidupnya,

Lihat pengemis jalanan, mereka mengemis kepada orang-orang yang lalu lalang dalam keadaan lusuh agar bisa terus melanjutkan hidupnya, sedang kalian? Yang hidup tanpa mengemis merasa frustasi justru ingin mengakhiri semuanya?

2. Orang yang Merasa Tidak Berguna dalam Hidupnya,

Lihat orang cacat, mereka dengan kondisi kurang didalam hidupnya masih mau melangkah. Orang buta dengan tongkat kecilnya masih mau berjalan dengan perlahan, orang tanpa tangan dengan keterbasannya masih mau berusaha dengan kakinya, orang tanpa kaki masih mau berjalan dengan tangannya, serta beberapa orang yang kurang dalam hal fisik masih mau berusaha untuk hidup, sedang kalian yang lengkap dengan apapun merasa frustasi dan ingin mengakhiri semuanya?

3. Orang yang Merasa Depresi dalam Hidupnya,

Lihat orang tua, beliau dengan senyum manisnya selalu menyambut ketika kalian pulang kuliah dan menyuruhmu makan lalu istirahat masih ingin melihatmu hidup esok hari, sedang kalian yang selalu diharapkan sang orang tua justru merasa frustasi dan ingin mengakhiri semuanya?

4. Orang yang Merasa Berada di Titik Jenuhnya,

Lihat angin-angin yang senantiasa berhembus. Dia dikirim oleh sang maha pencipta untuk kalian hirup agar kalian tetap hidup, sedang kalian yang diberi kesempatan justru merasa frustasi dan ingin mengakhiri semuanya?

Gue nggak tau apa yang sekarang gue tulis.

Save your life, please?

Advertisements

208 comments

  1. kadang merasa dirinya berada di titik terbawah dalam hidup merupakan suatu pikiran yang kenyataan nya dibuat oleh diri sendiri. Bahagia itu ketika mensyukuri apa yang kita miliki, bahagia itu pilihan. Banyak orang yang merasa dirinya frustasi, lelah atau putus asa bukan karena dia itu gak mampu, mapan atau kaya, tapi kurangnya rasa mensyukuri apa yang ada dalam hidupnya. Toh pada tulisan yang febi tulis juga, ternyata banyak orang yang kurang beruntung ternyata memilih untuk bahagia atas hidup yang mereka miliki :’)

    *kesambet apa gue, ngomong panjang lebar gini?*

    1. Bener dan setuju banget mbak sama pendapat mbak Kebo ini, sebenernya kalau kita bersyukur, apapun akan terasa indah dan bahagia. tanpa ada keluhan yang berlebihan. tapi, ya namanya juga manusia mbak. kadang ada aja yang nggak disyukuri :’

      1. iyaaa itu feb godaan nyaa.. haha jangan disangka aku nulis gitu udah mulus aja nih hidup.. tetep aja ada nangis-nangis lebay nyaa karena ngerasa nge-down. hiks

      2. iya mbak, kebanyakan kita nulis itu kan nulis apa baiknya kita, kita mencoba menutupi apa yang sebenernya terjadi :’ sama, aku juga pernah sedih-sedih gimana gitu sambil nulis, ngedown. lagi nulis, nggak dapet benang merah gara-gara kepikiran sesuatu terus pusing dan berhenti nulis. ada aja ya masa kayak gitu :’

      1. Ya Allah bener banget,tapi tetep belum bisa bangkit dan melangkah susah sekali lelah tak ada semangat hidup lagi

  2. Aku, Feb.. Aku lagi ngalamin ini nih! Hahah.. 😀 Meski ngga ada yang percaya karena banyak yang bilang aku selalu bikin postingan yang ceria, tapi mereka lupa kalok aku jugak manusia.. 😛 *lebay* *drama*

    Ada saatnya hingga menemukan sesuatu hal yang membahagiakan.. Traveling, misalnya. 😛

    1. Nah itu mbak. kita sebagai blogger ya nunjukkin siapa kita sebagai blogger yang lucu dan ceria, di dunia nyata? sebenernya kita itu nggak baik-baik aja :’

      Travelling itu bener-bener membunuh penat. yok traveling yuk mbak 😀

      1. Ah kamu.. Paling mengerti aku deh, Feb.. Ihik.. :’)

        Kadang miris sih ngeliat banyak yang ngaku ketawa baca postingan aku, tapi akunya ngenes gini.. Hihihi.. Tapi bersyukur jugak sih, seenggaknya jadi ada yang terhibur kan..

        Ayooook.. Kapan kita ke mana nih? 😀

      2. aku kan peka banget Mbak Beb 😀

        nah itu dia mbak, ambil positifnya aja. yang penting kita menghibur mereka dan jangan biarkan mereka ngerasain ngenesnya kita :’

        kemana-mana aja deh, buruan ke jogja 😀

      3. Ohya? Masa? 😀

        Iya bener. Tapi aku ada curhat terselubung kok. Dikit. Wkwkwk.. 😀

        Ke Jogja? Hmmm.. Mau ajak aku ke mana kalok aku ke sana? 😛

      4. Iya soalnya aku selalu jadi tempat curhat. Kebingungan mau curhat sama siapa. ._.

        Liat kenderaan doank? Ngga ada yang lebih basi? -_-

  3. pernah.. dan saat itu sendiri adalah hal yang tepat. merenungi apa yang terjadi, yang harus dilakuin.
    lalu berdoa .
    karena memang ada saatnya kita merasa sangat lelah. disitu kita harus sejenak beristirahat.

    yang penting tetap harus bangkit kembali.
    ketika tak bisa sendiri,
    kita butuh orang terdekat yang bener mengerti.. 🙂

    1. Ini bener banget mas Dyaz 😀 ada moment dimana kita pengen sendiri. tapi, ya jangan keterusan juga sendirinya. iya kan ya :’ kalau sendiri pun baiknya dipake buat dzikir, berdoa dan mendekatkan diri kepada yang maha kuasa 🙂

      setuju banget sama komen ini 😀

  4. Saya akan lari dan pergi ke tempat sepi seperti gunung dan hutan untuk merenung, hingga nantinya saya akan tersadar bahwa hidup bukan untuk di sesali tetapi kita siasati 🙂

  5. Gua juga pernah ngerasa otak kacau banget, hati gak jelas mau ngerasain apa, tapi belum kepikiran buat mengakhiri semuanya. Apa saat itu gua udah sampe di titik terbawah?

    1. udah mendekati titik terbawah itu Tirs. Kalau gue sih malah sempet frustasi abis, sampai bener-bener nggak tau lagi mau ngapain. nggak tau lagi guna idup. tapi ya, tetep, Tuhan selalu menuntun gue buat nggak ngelakuin hal konyol :’ nggak enak ya kalau otak kacau sama hati nggak jelas :’

  6. keren feb, gue jadi inget jaman SMK gue terpuruk gitu, belom bayaran sekolah, masalah keluarga, break sama pacar, wah pokoknya ngerasa “hidup segan tapi mati tak mau” gitulah.. intinya jangan pernah ngerasa hidup gak ada artinya lagi, siapa tau aja yakan, kita senyum aja ada orang yang bahagia ngeliat lengkungan itu.. 😀 , nice post!

    1. Makasih mas Yoga :’

      gilak, kadang masalah terbesar itu di keuangan, keluarga sama cinta ya :’ gue juga seringnya jatuh disitu mas :’ itu dia mas makanya, aku nulis, siapa tau dihidupku yang belum berarti banyak, lewat tulisanku bisa bikin pembaca seneng, atau mengambil pelajaran dari situ. bener. liat orang bahagia ketika kita tersenyum itu, moodbost abis :’

      1. benar, memang disitu masalah paling besar, kalo abg-abg ya tentu cinta lah, gak abg doang sih, semua umur biasanya paling pusing kalo udah soal cinta . wahaaha.. makanya gue suka nulis dan senyum, *eaaaa 🙂

  7. gue pernah ngerasa ada titik terbawah gue
    tapi beberapa dosen kampus gue menyadarkan
    secara gak sengaja kalo jalanin hidup dengan apa yg kita anggap benar
    life must go on

  8. aku ngak percaya kak cara pertama. soalnya di sini pengemisnya kaya raya. lebih kaya dari yang ngaish duit. ciyus bang. -_-

    tapi aku juga pernah ngerasa yang sama. just stay with me and don’t talk anything. just beside me. itu aja sih yang semua orang pengen. ngak usah terlalu banyak diceramahin. yang ada malah tambah kalap lagi.

    1. akhir-akhir ini emang ada pemberitaan yang diluar dugaan sih ya ._. pengemis penghasilannya jutaan nyak ._. apa cobak -_-

      bener. cuma pengen ada orang yang disampingnya, diem aja. cukup. kalau diceramahin, malah tambah menjadi-jadi :’

      1. di aceh malah udah pernah dijadiin infestigasi di koran lokal. ada pengemis yang diantar pake mobil jazz sama anaknya, pulangnya dijemput lagi. -_-” aku boro2 mobil, motor aja sampe bener2 butut baru dibeli baru.

        i wish i have the one. cuma liatin aja kita lagi nangis. 😀

      2. apaan? masa iya kayak gitu banget pengemisnya ._. udah tajir, ngemis 😦 jahat banget. syamak, boro-boro mobil, boro-boro motor, beli apa-apa pake duit hasil sendiri aja belum bisa :’ lemah.

        sama Nyak :’

  9. sering merasa kayak gini. rasanya pengen terjun dari menara tim sar, jembatan gantung, atep gedung mpr, atau apalah. tp alhamdulillahnya, Allah selalu membimbingku untuk melaluinya. dan entah mengapa, perhatian orang-orang di sekitarku terasa semu kak feb. entah mengapa, aku tak tahu. #halah #malahcurhat

    1. Hahaha kita pernah mengalami masa yang sama brati Mbak :’ masih ada Allah di sisi kita . dihati kita malah :’ . seharusnya, waktu kita berada pada masa ini, perhatian orang-orang itu nggak semu :’

  10. Ngga ngerti gimana rasanya terpuruk banget,
    tapi kalau pas ngga semangat,
    langsung inget… “Aku kan belum ini belum itu, pengen itu belum kesampean~”
    Langsung inget mimpi-mimpi yang belum terkejar… wehehehe apeu lah gue ini bye

  11. semua orang pasti pernah ngalamin ya feb, hmmm gpp mungkin butuh waktu untuk merenung sendiri dulu, habis itu berdoa dan bersyukur melihat orang2 yang kurang beruntung dari kita, banyak2 bersyukur intinya yak..setujuh…semangattt!!

  12. Nah emang bener nih, akupun sering banget ngerasa lelah, down banget dalam hidup. Tapi begitu ngeliat berita di TV, orang yang ditemui sepanjang perjalanan atau baca buku kisah inspiratif gitu ternyata apa yang aku derita aku alami gak seberapa sama yang mereka alami. Jadi biar gak lelah harus banyakin bersyukur.

  13. Inspiratif ya bacaannya. Asalkan badan masih sehat maka segala masalah InsyaaAllah bisa diselesaikan .
    Sayangnya kasus gw beda. Titik terendah yg gw alami sekarang adalah karena hal yg tidak bisa gw kendalikan sama sekali. Sudah lebih dari 7 tahun gw sakit terus. Udah bolak balik ke banyak dokter tapi gak ada yang tahu sakit apa. Bahkan ruqyah udah gw lakukan 2 kali tanpa hasil. Karena sakit, gw juga hampir pasti botak. Rambut gw rontok banget.
    Sejak lulus kuliah gw sama sekali belum pernah dapat kerja karena hidup gak bisa normal. Dana untuk berobat pun semakin tipis karena bokap gw baru pensiun tahun lalu.

    Lelah rasanya hidup cuma jadi beban orang lain. Malu rasanya gw harus menghadapi orang lain karena gw bakalan botak. Keinginan untuk mengakhiri hidup pun sering muncul meskipun dosa. Yang ada tinggal harapan agar cepat dipanggil pulang oleh Allah yang sampai sekarang pun belum dikabulkan.

    Intinya sih kalau masalahnya belum separah gw maka jalan keluar pasti masih ada.

    1. Bener sih sebenernya. Tapi, kamu juga harus semangat mas :’ Kamu sakit apa sebenernya mas? dibikin orang :’ masih belum ada yang tau sakitmu kenapa ya mas? Sabar ya mas? Sakit itu salah satu sarana penghapus dosa loh katanya :’) kamu pasti kuat kok, dan dosamu akan terus berkurang. Tabah ya mas :’) semoga kesembuhan senantiasa segera hadir untukmu, Mas. Aamiin :”))

      1. Ya itulah sampai sekarang gak tahu. Dulu udah 2 kali ruqyah dan gak ada apa2 yang berarti sakit.medis. Gejalanya macem2 seperti gak tahan panas, keringetan terus, sesak napas, capek terus, rambut rontok, sering lupa, kesemutan dan masih banyak. Dari gejalanya sih sakit tiroid tapi waktu periksa darah kata dokternya normal2 aja. Kemarin juga baru pergi ke Tegal karena Om dari pihak ibu kan dokter dan tetap aja gak ada diagnosis. Udah capek gini terus. Mau hidup normal juga gak bisa belum lagi rasa malunya itu.

      2. Kira-kira kenapa ya itu Mas :’ Aku khawatirnya itu dibikin orang :’ jadi susah ngobatinnya. Tapi di diruqyah nggapapa, pas tanya dokter juga gak ada diagnosis :’
        kenapa ya :’ anggep aja ini ujian buat kamu mas, terus tetap semangat. Inget buat motivasimu : Itu buat menghapus dosamu :’

      3. Jujur sekarang gw udah bener2 berada di ujung. Pikiran tentang bunuh diri makin menggila aja, bahkan udah mikirin tentang skenarionya gimana. Iya gw tahu itu dosa tapi ya gimana lagi. Sejak terakhir posting, gw udah ke dokter lagi dan kira2 ya sama aja hasilnya. Kemaren bahkan bilang kalau sakit gw kemungkinan psikologis karena semua diperiksa termasuk USG tiroid, ginjal dan liver gak ada masalah katanya dan coba untuk gak dipikirin tentang sakitnya. Terhina gw dengernya. Selama 7 tahun ini gw udah nerima sakit gw dan gak pernah mikirin tapi yang ada malah tambah parah.

        Ngiri banget ngeliat kedua kakak yang selama 7 tahun ini gak pernah sama sekali ke dokter dan mereka baik2 aja. Paling kesel juga ngeliat mereka ngeluh hanya karena masalah kecil kayak pusing dan ngantuk sedangkan gw di sini gak tahu harus gimana, sementara masa depan kelam seolah tampak jelas di depan gw. Kasihan sebenarnya orang tua gw ngeluarin uang terus untuk gw yang gak memberi manfaat bagi mereka, justru bikin repot.

      4. Eng… duh, ini problem berat banget. Tapi sebisa mungkin jangan mikirin buat bunuh diri dong? please? Jangan ngedahuluin kehendak Allah ya? Dikuat-kuatin dulu aja, sampai Allah berkehendak nanti. Kalau kamu memilih untuk nggak menyerah, masih ada kesempatan sembuh kok :’)

        Yuk yuk semangat lagi ya? please :’)

  14. “Kenapa aku lemah?”

    “Kenapa aku nggak berguna?”

    “Kenapa aku hanya merepotkan?”

    “Kenapa aku nggak bisa apa-apa?”

    Sama bangetlah kalo pas lagi down pasti mikirnya ga jauh2 dari situ

  15. saya bingung dg saya..bukan di titik terendah..cm lelah..lelah dg semua..
    keluarga selalu dukung apapun yg saya lakukan..
    sekolah lancar
    kuliah lancar
    kerja lancar
    tapiiiiiiii saya sering menangis saat sendiri
    tak tahu sebabnya

    1. Kamu kenapa ya kalau begitu ._. coba berusaha untuk bersyukur dengan apa yang udah kamu dapat itu :’

      Bisa boleh kasih tau, kalau menangis begitu kenapa? karena sendiri? mungkin kamu butuh teman :’

  16. Gue udah hopeless nyari kerjaan. Mau wirausaha nggak tahu mau buka usaha apa, nggak punya modal. Punya ayah nggak peduli sama gue. Punya saudara bisanya ngutang kalau gue punya uang pas dulu gue masih kerja jadinya gue nggak sempat ngebahagiakan diri gue pakai uang yang gue cari dengan capek tapi malah dihutangin sama mereka. Makanya gue capek kerja lagi eh dihutangin sama mereka, sialan. Sekarang gue nganggur biar mereka tuh sadar dan nggak ngutangin gue lagi, sebenarnya udah hopeless nyari kerja lagi nggak dapat2. Udah deh terserah mau gimana hidup gue

    1. Hmm… sedih juga ya :’ kok ayahnya nggak peduli kenapa? terus, saudaranya kok ngutangan sih? mereka nggak kerja? kasihan kamu dihutangin mulu kalau gitu :’

      Hmm… semangaaat terus, Mbak :’) Allah sedang memilihkan sesuatu yang terbaik buat kamu :’) sabar dan terus berusaha ya 🙂

  17. Saat lagi blog walking di blog kamu dan ngeliat judul tulisan ini, sebelum baca saya udah sadar kalau kamu bener banget. Pengennya saat berada di titik terendah begini, ada seseorang yang menyadari (nggak perlu banyak-banyak kan ya… satu aja udah lebih dari cukup) seseorang yang sadar kalau kita yang tertawa sebenarnya baru saja menangis beberapa menit yang llalu.

    1. Makasiiih mbak udah mampir kesini 🙂

      Hihihi bener, disaat kita lagi berada di titik terendah dalam hidup, sebenernya kita cuma butuh seseorang :’ nggak lebih :’

  18. gua lagi ngerasain rasanya titik terbawah, 3bln berjalan dari masalah itu. Sampe sekarang masih suka nangis kalau inget. Tapi Alhamdulilah Allah masih tolong Allah masih kuatin, tepatnya dibulan maret gua hampir mau bunuh diri, dan sampai saat ini pun suka muncul sekilas fikiran kotor itu. Setiap malem Gua biarin diri gua nangis, sampe akhirnya gua bisa senyum setelah gua nangis. Buat sebagian orang yg ngeliat mungkin gila, tapi itu yg bikin gua lega. Gua berdebat dengan diri gua sendiri, bicara depan cermin dan semangatin diri sendiri. Karna sejauh apapun kita cerita masalah kita ke orang lain, belum tentu dia ngerti gimana solusi terbaiknya, gimana cara dia mahamin kita disaat posisi kita terpuruk.

    1. Kamu tetap semangat ya :’)

      Semua orang pasti pernah jatuh ke titik terbawah dalam hidupnya :’ cuma rasanya caranya berbeda-beda. Ada yang memilih hadapi. Ada yang memilih untuk mengakhiri :’

      Kamu hebat bisa menghadapi itu semua, walaupun sempat berpikiran untuk bunuh diri, tapi kamu nggak bener-bener lakuin itu.

      Yaaa, cara untuk bertahan memang banyak. Salah satunya cara kamu dengan berdebat dengan dirimu sendiri di cermin. Asal itu bisa menenangkanmu, aku rasa itu sah 🙂

      Tetep semangat ya 🙂

  19. Kepada aku yang sedang di titik terbawah dan lelah dalam hidupku.

    Setelah membaca keseluruhan isi post, baca komen satu persatu, ternyata hampir setiap individu pernah berada pada titik ini. Dengan ‘masalah’ dan ‘perpektif’ masing-masing, karena menurutku apa yang di ‘lewati’ selalu akan berbeda, dan tidak akan pernah bisa disamakan.

    Kenapa Allah menciptakan ‘roda’ yang berputar, karena nya aku dan kamu akan kembali ke posisi atas. Yakinlah. Pertanyaan nya hanya satu, siapa yang akan membuatnya berputar? Mungkin jauh dalam lubuk hati kesadaran, hanya ada satu jawaban, tentunya kita sendiri / tiap-tiap individu dengan tak lupa terus ber-tawakkal kepada-Nya.

    Aku mulai percaya, dalam sabar, dan keihklasan menerima ‘ujian’ hidup adalah bagian dari penghapusan dosa. Walaupun sampai sekarang aku masih sangat sulit melakukan 2 hal itu.
    Maka ingatlah, DIA sangat dekat, lebih dekat dari urat nadi kita.

    Kepada aku dan kamu yang mungkin sedang berada di titik terbawah, dan lelah akan hidup. Allah tidak pernah meminta kita untuk berhasil, DIA hanya meminta kita untuk terus berusaha. Maka jangan pernah BERHENTI, meski pada ‘keterpurukkan’ terdalam 🙂

    Thanks ya feb atas sharingnya. Maaf juga sudah mengotori kolom komen nya 🙂 Semoga dengan berbagi, kita bisa saling menguatkan 🙂 Aamiin..

    1. Aaaaaaakh Mbak :’) Aku cuma bisa mengangguk dan senyum-senyum setuju atas tulisan komenmu itu mbak :’) Terimakasiiih banyaaaak ya 🙂 komenmu pun menyadarkanku banget mbak :”)

      Aamiin 🙂 kita-yang sama-sama pernah jatuh pada titik terendah dalam hidup- harus bisa saling menguatkan :))

  20. Dan tulisan ini seolah menceritakan kembali segalanya yg gwe pikirkan dan gwe rasakan beberapa hari terakhir ini. Sedang mencoba untuk menguatkan diri dan belajar untuk menghadapi.
    Makasi bang seenggakny postingan abang menyadar kan gwe untuk kaga ambil tindakan yg aneh aneh.

  21. “Kenapa aku lemah?”

    “Kenapa aku nggak berguna?”

    “Kenapa aku hanya merepotkan?”

    “Kenapa aku nggak bisa apa-apa?”

    ya ampun kenapa sama bgt si sama apa yg kadang gw rasain 😭😭
    tapi gw ga punya pikiran sama sekali ttg bunuh diri takut api neraka cuy.
    Tulisan ini jadi bikin gw mikir “mungkin gw kurang bersyukur kali yah ? ” 😦
    Makasih ka, gara2 tulisan ini gw juga jadi tau kalo bukan cuma gw yg pernah ngerasain kaya gitu hehe

    1. Nah, aku sempet ngerasain hal-hal itu kok :’) cuma Alhamdulillah banget pikiranku masih cukup jernih untuk nggak berbuat hal-hal bodoh 🙂

      Iya, bersyukur ya 🙂

      Terimakasiiiih jugaaa ya 🙂

  22. “Kenapa aku lemah?”

    “Kenapa aku nggak berguna?”

    “Kenapa aku hanya merepotkan?”

    “Kenapa aku nggak bisa apa-apa?”

    ya ampun kenapa sama bgt si sama apa yg kadang gw rasain 😭😭
    tapi gw ga punya pikiran sama sekali ttg bunuh diri takut api neraka cuy.
    Tulisan ini jadi bikin gw mikir “mungkin gw kurang bersyukur kali yah ? ” 😦
    Makasih ka, gara2 tulisan ini gw jg jadi tau kalo bukan cuma gw yg pernah ngerasain kaya gitu hehe

  23. aneh memang.. seringkali merasa paling gak beruntung sedunia.. padahal banyak diluar sana orang yang menginginkan berada di posisi kita..

    sesungguhnya bersama kesulitan itu terdapat dua kemudahan yang mengikuti

    1. Iya :”) kita sering merasa paling menyedihkan di dunia, padahal, coba deh tengok hal lain dan lebihlah bersyukur 🙂 Aku pernah banget ngalamin masa titik terbawah dalam hidup. Jadi, mari bersama-sama kita bangkit 🙂

  24. iya saya juga lagi bener bener jenuh sama hidup saya mbak. saya nganggur, saya nggak punya uang buat cari kerja, saya jauh dari orang tua dan orang tua saya bukan orang yg berada. pernah kuliah dan pakai uang saya namun ketika di pikir2 ternyata uang saya nggak cukup untuk smester berikutnya. dan ketika hidup saya lagi begini satu persatu teman ninggalin saya plus pacar sendiri. tapi sudah lah, terkadang kita harus bisa melihat lebih dalam lagi apa maksud dan tujuan Tuhan akan semua kehendakNya. saya juga hampir putus asa, tapi rasanya tidak adil kalau saya mati konyol sementara ibu saya susah payah 9 bulan mengandung demi saya lahir dan hidup. btw, tulisannya keren sekali. semoga mbak selalu dalam lindunganNya dan selalu di berikan kebahagiaan ya.

    1. Selalu bersyukur ya, Mba :’) hidup ini memang senantiasa berputar kan ya. Kadang dibawah, kadang diatas. Mungkin waktu kita terpuruk, ya kita sedang dibawah. Jadi, nikmati dan senyumin aja 🙂 bukankah begitu seharusnya 🙂

      Terimakasih banyak ya 🙂

  25. iya saya juga lagi bener bener jenuh sama hidup saya mbak. saya nganggur, saya nggak punya uang buat cari kerja, saya jauh dari orang tua dan orang tua saya bukan orang yg berada. pernah kuliah dan pakai uang saya namun ketika di pikir2 ternyata uang saya nggak cukup untuk smester berikutnya. dan ketika hidup saya lagi begini satu persatu teman ninggalin saya plus pacar sendiri. tapi sudah lah, terkadang kita harus bisa melihat lebih dalam lagi apa maksud dan tujuan Tuhan akan semua kehendakNya. saya juga hampir putus asa, tapi rasanya tidak adil kalau saya mati konyol sementara ibu saya susah payah 9 bulan mengandung demi saya lahir dan hidup. btw, tulisannya keren sekali. semoga mbak selalu dalam lindunganNya dan selalu di berikan kebahagiaan ya.

  26. Kalo dalem hati kaya ada semacam ganjalan dan itu kerasa kalo lagi sendiri di kamar dan ingin rasa nya teriak sekencang mungkin tapi takut tetangga pada kebangun posisinya itu tengah malam ono opo toh gusti dgn batin ini

    1. Aku kadang sering ngalamin hal itu sih. Iya, bikin rasanya pengen teriak kenceng :’ yah, tapi bisa apa ya. Kadang takut ngganggu orang sekitar dan akhirnya malah dipendem sendiri :’

  27. Sangat se-pemikiran dengan aku. Tulisannya bagus, smg jadi inspirasi dan penyemangat juga buat yg lainnya karena yang pernah ngalamin hal sprti ini bukan hanya satu atau dua orang 😊

  28. saya juga merasakan keadaan dimana saya berada dititik bawah.. saya bingung saya harus apa dan harus bagaimana,, entah sampai kapan saya terus-terusan seperti ini ,, saya hopeless, saya gk bersemangat dlm menjalani hidup,, dan hidup ini sangat membosankan..

    1. Kita semua sering merasakan hal seperti ini kok 🙂
      Kita harus bagaimana? Mencoba bersyukur saja. Terus beranggapan bahwa Tuhan ngasih yang terbaik buat kita, bukan yang kita butuhkan. Tuhan lebih tau kok 🙂

  29. Ada benernya sih kak,,,, intinya hanya bersyukur kan … aku fikir sebagian orang justru butuh alasan yang lebih jelas lagi dalam memecahkan masalahnya…….. karna tak semua masalah sama,,, jikalaupun sama dalam masalahnya bisa jadi berbeda dengan pendapat ataupun pemikirannya………..

    1. Nah, makanya disini kita nggak bisa bilang : ‘Aku ngerti kok gimana perasaanmu. Aku pernah ngalamin hal itu’ Ya karena kita berbeda. HIdup kita berbeda. Pemikiran kita berbeda. Jadi… Hanya ada satu cara yaitu bersyukur 🙂 karena dengan begitu kita akan melihat kebahagiaan-kebahagiaan kecil yang bahkan ga dimiliki orang lain 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s