Kepada mereka yang lelah dalam hidupnya

Berada pada titik terbawah dalam hidup.

Gue yakin, dari banyaknya orang yang tersebar dalam dunia ini, pasti ada sebagian atau beberapa orang yang pernah jatuh dalam titik terbawah dalam hidup.

Maksudnya apa sih?

Titik terbawah dalam hidup adalah sebuah situasi dimana kita merasa frustasi, merasa lelah dan merasa bosan dengan kehidupan yang kita jalani.

Jadi gini, pernah nggak kalian merasa sendiri disuatu tempat yang sebenernya suasana disana itu ramai? Atau, pernah nggak kalian merasa sendiri dikamar dalam keadaan gelap, berlindung dibalik selimut dan dalam keadaan gelap gulita sunyi sentosa? Hampa. Gue tau bahwasanya rasa itulah yang merasuk cepat didalam lubuk hati.

Gue juga pernah ngalamin masa itu.

Disela-sela kesendirian, gue terdiam didalam kamar. Pikiran berantakan. Suasana hati nggak karuan. Disitu, dibagian sel-sel kecil otak gue pernah memerintahkan bahwa lebih baik gue bangkit, berjalan ke arah dapur, mengambil sebuah pisau kecil, berjalan kembali didalam kamar, tutup pintu dan menggoreskan pisau tersebut di urat nadi tangan kiri. Lebih baik melihat darah-darah merah yang mengucur cepat lalu selesai, daripada melihat sebuah kenyataan hidup yang entah dinamakan apa.

Didalam perjalanan pulang kuliah, gue pernah melamun beberapa saat. Pikiran terpecah. Suasana hati kayak habis mengalami perang berdarah. Disitu, kembali, bagian kecil sel-sel otak gue memerintahkan bahwa lebih baik gue memutar gas motor lebih cepat dan menabrakannya ke sebuah pembatas jalan, daripada terlalu sering mengecewakan, menyusahkan dan merepotkan orang lain.

Namun, disisi yang lain, otak gue masih bisa berpikir jernih. Dengan cara itu, jelas, gue bakal masuk neraka. Mati dengan cara wajar aja gue nggak yakin bisa terhindar siksa itu. Maka, gue nggak mau hal itu terjadi.

Orang lain cenderung lebih memilih untuk bicara ‘sabar ya’ dengan nada menenangkan daripada memilih untuk menemani dan menghilangkan pikiran kotor tersebut.

Orang lain pun cenderung lebih memilih untuk menyemangati lalu pergi daripada memilih untuk merangkul dan tetap menemani.

Orang-orang yang jatuh didalam titik terbawah dalam hidup itu nggak butuh untaian kalimat :

“Iya, aku tau kok. Aku tau gimana rasanya jadi kamu”

NGGAK BUTUH !

Orang-orang yang jatuh dalam titik terbawah dalam hidup hanya akan membalas kalimat itu dengan untaian senyum yang menggambarkan bahwa dia baik-baik saja. Padahal sebenarnya, enggak.

Dalam masa ini, orang-orang yang jatuh dalam titik terbawah dalam hidup biasanya selalu memberikan kesan bahagia, melemparkan tawa kesenangan dan bertingkah layaknya orang yang tahan banting sewaktu dia berada dalam ruang lingkup keramaian banyak teman. Namun, ketika dia sendiri, ketika dia berdiam diri dalam kamar, dia hanya tertidur, menangis dalam hati, buih-buih air matanya mengalir dengan sendirinya, memikirkan sebuah pemikiran yang entah darimana itu berasal.

“Kenapa aku lemah?”

“Kenapa aku nggak berguna?”

“Kenapa aku hanya merepotkan?”

“Kenapa aku nggak bisa apa-apa?”

Kemudian sel-sel kecil di otak kembali menimbulkan sebuah pemikiran kotor yang jika dilakukan akan terlihat sangat konyol.

Gue tau, kadang rasa frustasi itu bisa datang kapan aja. Dan kalau semisal rasa itu ada menyelimuti pikiran kalian, gue minta, pikirin beberapa hal ini :

  1. Lihat pengemis jalanan, mereka mengemis kepada orang-orang yang lalu lalang dalam keadaan lusuh agar bisa terus melanjutkan hidupnya, sedang kalian? Yang hidup tanpa mengemis merasa frustasi justru ingin mengakhiri semuanya?

2. Lihat orang cacat, mereka dengan kondisi kurang didalam hidupnya masih mau melangkah. Orang buta dengan tongkat kecilnya masih mau berjalan dengan perlahan, orang tanpa tangan dengan keterbasannya masih mau berusaha dengan kakinya, orang tanpa kaki masih mau berjalan dengan tangannya, serta beberapa orang yang kurang dalam hal fisik masih mau berusaha untuk hidup, sedang kalian yang lengkap dengan apapun merasa frustasi dan ingin mengakhiri semuanya?

3. Lihat orang tua, beliau dengan senyum manisnya selalu menyambut ketika kalian pulang kuliah dan menyuruhmu makan lalu istirahat masih ingin melihatmu hidup esok hari, sedang kalian yang selalu diharapkan sang orang tua justru merasa frustasi dan ingin mengakhiri semuanya?

4. Lihat angin-angin yang senantiasa berhembus. Dia dikirim oleh sang maha pencipta untuk kalian hirup agar kalian tetap hidup, sedang kalian yang diberi kesempatan justru merasa frustasi dan ingin mengakhiri semuanya?

Gue nggak tau apa yang sekarang gue tulis.

Save your life, please?

Advertisements

156 comments

  1. Bang saya pusing bang…Saya udah gila bang…Suka ketawa tawa sendiri udah kaya Joker…Dan nangis pun saya akhiri tawa yang tidak jelas apa penyebabnya…Tolong berikan saran dong mas….Baiknya daya mati aja apa gimana ya? 🙂

      1. Tulisan tahun 2014, terbaca oleh seonggok daging yg sedang diambang kehidupan di tahun 2017.
        ‘Save your life, please?’ adalah sepenggal kalimat yg pada akhirnya menyelamatkan hidup orang ini.
        Terimakasih..

      2. :’)

        Tetap semangat ya kamu, dimanapun berada 🙂 bersyukurlah, apapun yang terjadi. Mari berteman. Teruslah hidup, karena suatu saat, kamu pasti bakal nemuin kebahagiaan :’) come on. Semangat ya :’)

  2. Aku ngerasa yg spesial dlam hidup aku justru temen2 aku gak ada yg suka, jadinya males juga kalo cuman sendirian yg suka. Aku ingin sekali ngerasain cinta atau bahagiain seseorang dgn iklas dan tersenyum. Tapi cara nya agak susah sebab krena karakter aku yg payah dan aku juga gak tega jika misalkan seseorang kecewa karena aku karena aku juga sering ngalamin rasa kecewa. Menurut abg gmna tuh ??

    1. Hmm… Aku pun sering merasa begitu. Kayak ‘kenapa sih kayaknya orang-orang jauh lebih spesial dari kita dan punya banyak teman’ ya gitu-gitulah.

      Kadang kita hanya perlu jadi diri sndiri, sampai ada orang yang tau dan menganggap keberadaan kita. Gitu aja sih :’)

  3. kalo kamu merasa minder dengan org2 sekitar terutama org2 yg suka memandang sebelah mata. Biarkan sajalah tpi kmu berjuang Berkarya bikin sstu yg bisa membuat org wahh ini anak tidak bisa kita pandang remeh ..dalam artian berkarya tapi bukan dengan cara sok jagoan atau sok berani hhhe

  4. Bener bener termotivasi, setelah baca artikel ini merasa bangkit lagi semangat ku, harus bisa bangkit dan apapun hasilnya tetap bersyukur. Thanks ya bang 🙂 semoga kedepannya bisa menjadi jauh lebih baik.

    1. Alhamdulillah 🙂

      Terimakasih ya mas. Semangat terus buat menjalani hidup ini 🙂 Banyakin bersyukur, niscaya hidup ini terlihat akan sangat berarti 🙂
      Jangan menyerah dan kalah sama cobaan hidup ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s