Tentang sahabat dan apa saja

Gue punya temen.

Namanya Rian Jati.

Enggak, dia nggak ganteng kok. Biasa aja. Pendek, keribo, item, cuek, kurus, dan jomblo.

Gue sering manggil dia Bangbrod. Kenapa? Karena di SMK dia dipanggil dengan sebutan Bang Edi. Seiring kebiasaan dengan panggilan Bang Edi, suatu hari, waktu gue dan temen-temen main ke rumahnya, dengan bangga dan tanpa dosa, temen-temen gue berteriak lantang.

“BANG EDI, MINUMANNYA BANG !!!”

“WOO BANG EDI KURANG KERJAAN”

“BANG EDI MAIN PES KALAHAN, PAYAH”

Hal yang perlu kalian ketahui teman-teman. Aku itu tampan.

Duh, typo.

Yang bener gini : Hal yang perlu di ketahui, Edi adalah nama Bokapnya Rian Jati. Dan tragedi temen-temen gue teriak itu terjadi pada saat seluruh keluarga Rian Jati berkumpul di rumah, sementara gue dan beberapa temen gue dengan bangga dan bersahaja membentak-bentak nama BANG EDI.

Gue bersyukur, waktu itu bokap Rian sadar diri, pernah muda dan merasa kalau ejekan nama orang tua itu sudah sangat biasa dari jaman bahula kala.

Gue pun bersyukur, beliau tidak memasukkan kalimat temen-temen gue diatas ke dalam lubuk hati yang terdalam. Nggak keren abis kalau setelah tragedy itu, suatu saat, waktu gue sama temen-temen main di rumah Rian, bokapnya Rian langsung memberikan minuman kepada kami, memperbanyak kerjaan, dan merenungkan diri kenapa dia kalahan main PES. Hay pak Edi, kami hanya bercanda, ya?

Maka setelah itu, kami sepakat untuk mengganti panggilan Bang Edi menjadi Bang Brod. Nggak ada filosofi yang berarti disini.

Gue sama Bang Brod ini udah bisa dikatakan sebagai sahabat. Ya, seiring banyaknya masalah yang sering bisa kami selesaikan berdua, kami yakin bahwa ikatan persahabatan ini akan tahan lama, bahkan masuk ke level ABADI. Bisa. Gue yakin.

Sekarang, dia kuliah di Bandung, di Universitas Telkom dan konsentrasi di jurusan DKV. Apa itu? Gue gak ngerti, pokoknya tentang seni-seni gitu.

Gue sama dia menjalani zona “LDS” (LONG DISTANCE SAHABATANSHIP). Tapi, kami yakin, kami bisa melewati semuanya dan akan kembali bersama seperti biasanya.

Oke, sebelum tulisan ini memberikan kesan HOMO. Gue mengingatkan kembali bahwa gue, udah punya Afnita. Oke? Gue normal. Gue baik-baik saja.

SERIUS !

Hal pertama yang menarik dari Bang Brod adalah kedekatannya dengan keluarga. Ya, ini terbilang biasa untuk kalian yang memang udah biasa dekat dan akrab dengan keluarga. Tapi tidak biasa buat gue yang jujur aja kurang begitu akrab dan kurang kebersamaan dalam keluarga.

Dengan bokapnya, dia selalu diperhatikan sedemikain rupa. Bang Brod punya facebook, bokapnya ikutan bikin facebook. Sampai puncaknya, kedekatan itu gue liat sendiri waktu Bang Brod bikin status facebook dan di Comment bokapnya.

“Hidup ini berat. Kita harus berusaha semaksimal mungkin

Komentar bokap : “Ayo anakku, kamu pasti bisa menghadapi hidupmu”

“Tak perlu ikuti mereka. Aku punya cara sendiri. Ini adalah cara ninjaku”

Komentar bokap : “jadilah pribadi yang punya prinsip anakku”

“Aku harus jadi hebat agar bisa mendapat apa yang aku inginkan”

Komentar bokap : “Tak perlu tumbuh hebat, untuk brani memulai apa yang kau impikan. Hoey. Asolole”

Romantis sekali kedekatan antara bapak dan anak ini, ya.

Hal kedua yang menarik dari bangbrod adalah dia berani dengan mimpinya. Dia sekolah di SMK sekaligus di jurusan yang sama kayak gue : Teknik Survey Pemetaan. Setelah lulus, dia mendaftar kuliah di vokasi UGM jurusan Pengindraan Jauh. Dia diterima. Dia menjalani kuliahnya disana 2 bulan. Sampai akhirnya, mimpi dan keinginan itu datang. Entah darimana, dia mendapat wangsit untuk mendalami bidang kesenian. Dia pun memilih untuk keluar dari UGM dan pindah haluan untuk kuliah di universitas yang mendalami seni.

Pro kontra memang sering terjadi. Gue tau posisi Bang Brod gimana waktu itu. Dia cerita, orang tuanya kelihatan lebih senang waktu dia diterima di UGM daripada di Universitas Telkom. Dia pun cerita bahwa banyak yang menyayangkan kenapa dia melepas UGM begitu saja, padahal, diluar sana banyak banget yang pengen masuk UGM.

Gue pernah masuk ke dalam posisi Bang Brod. Waktu gue kerja di Kalimantan 6 bulan, gue memilih buat resign dan melanjutkan kuliah. Orang tua biasa dan memaklumi. Kontra malah di pihak saudara dan lingkungan SMK gue dulu. Sebagian banyak berkata :

“Nyari kerja itu susah loh Feb, kenapa kamu milih keluar?”

“Besok, kesempatan kerja belum tentu kamu dapet loh. Persaingan semakin ketat”

“Apa yang kamu harapin dari kuliah, Feb? Enakan kerja. Kerja dibayar, lah kuliah? Udah mbayar, eh tugas bejibun. Bikin ribet”

Gue diem. Gue Cuma bisa menjawab dalam hati bahwasanya gue berniat meraih mimpi, untuk jadi pribadi yang lebih baik dengan sarjana, atau bahkan S2. Gue yakin, pintu masa depan akan terlihat cerah dengan cara itu. Gue akan berusaha untuk itu. Mungkin dalam hati Bang Brod, dia juga meneguhkan hal yang sama kayak apa yang gue teguhkan. Kita punya mimpi, dan saat ini, kita akan berjuang meraihnya.

Hasilnya?

Bang Brod, 2 semester dia kuliah di Universitas Telkom, dia udah bisa bikin beberapa karya seni murni buatannya atau editan yang sudah ada dengan baik dan menarik. Gue terkagum waktu dia balik ke Jogja, dia menunjukkan beberapa hasil karyanya :

burungku gede dasdasd elena tonra Friends gambar 1 gambar2 gambar3 My Love (2) Pohon sugar skull4 ZOOMBIE 2 zoombie land

Ya, karya-karya itu masih akan berkembang dan menjadi lebih baik lagi seiring dia masuk ke semester 3-4-5-6-7 nantinya. Dan gue yakin, dia bakal bisa meraih mimpinya sebagai wirasusahawan seni. Apapun, untuknya adalah seni.

Kalian boleh banget minta bantuan bangbrod dibikinin gambar. Follow aja @rianjati13 atau kirim email ke rianjati13@gmail.com. Kalau mau gratisan, pacarin dia. Kalau udah dibikinin, putusin aja. Gampang. Semua senang.

Bagaimana dengan lu, feb?

Gue? 2 semester kuliah ini, gue merasa gagal. Entah. IP gue nggak cukup buat bikin orang tua bangga. Bahkan sebagian orang ada yang bilang :

“Lo itu pantesnya masuk di sastra, Feb”

Gue bingung. Gue mendalami betul kalimat temen gue itu. Sejak masuk kuliah, gue udah mengumbar mimpi ke temen-temen kalau gue pengen jadi penulis. Buat orang lain yang sekilas tau hal ini, mungkin menilai lucu banget kalau anak yang kuliah di jurusan teknik sipil bercita-cita jadi penulis. Tapi, menurut gue, hal yang lucu adalah, dia yang bermimpi tapi enggan buat berusaha merealisikan mimpi itu.

Gue udah berusaha. Dan selalu gagal.

Apa gue salah?

Lalu, buat apa gue hidup?

Ya buat berusaha kembali untuk meraih mimpi itu lah !

Advertisements

53 comments

  1. Hualou Mas! Postingannya bagus, deh. Awalnya pengen ketawa, eh di tengah-tengah (secara absurd) aku jadi terharu liat status dan komenan di fb itu. Semoga persahabatannya berlanjut di akhirat juga ya, amiiin. Keren2 deh gambar Bang Brod itu. Mas Feb bisa gambar juga nggak? Hehehe *nantangin nih anak!*
    Inspiratif, nih! Mari semangaaat!

    “Kalau batuan memang diciptakan untuk jadi ganjalan, maka ada palu yg bisa kita gunakan untuk menghadangnya.”-Dinar

    1. Heyhoooo Mbak Dinar 😀 . Waaa makasih banget mbak apresiasinya 🙂 . hihi iya nih, dibikin campur-campur. ada komedi, ada harunya dikit. eh nyampe juga ternyata. Amin ya Allah :)) . Iya tuh anak, makin lama makin kece aja. emang kalau ngelakuin apa yang disuka itu bakal cepet berkembangnya ya :’)
      hahahaha aku mah belum bisa bikin yang begituan kalik. masih minta diajarin sama bang brod 😀
      Yuk mbak. semangaaat :))

      quotenya keren, Mbak Dinar 😀

  2. Gambarnya keren2 ya. Gua suka yang tengkorak cewek itu. Sangar-sangar gimana gituh.. haha.

    Ayo Feb semangat! jangan bikin orangtua lu kecoa, eh kecewa.

    1. Ahaaaa makasih bang, gue sampaikan ke Rian nanti atas pujiannya 😀 siapa tau nanti ditraktir cireng

      Yeaaaaaaaaah. semangaaat ah 😀 thanks Tirs. jangan nyemilin kecoak terus ya :’)

      1. Njiiiir iya Tirs, selalu kebiasaan manggil bang. padahal udah sering lo ingetin ya wkwkw. ah tua dikit kan guenya. tampang mah tuaan elu :p wkwkwkw

        waaa Jomblo :p

  3. iya bener feb, setuju lah sama cerita km..
    aku juga sama feb, mimpi aku tuh masuk ke sastra inggris/desain grafis dari SMP. pas kuliah malah masuk jurusan fisika murni. udh berusaha tp IPK masih kurang bisa memuaskan org tua. bahkan skrg aku udh masuk smt 9 dan belum lulus.. tp mudah2an bisa lulus akhir taun ini. rasanya ga enak bgt, kuliah rasanya malah jadi beban feb 😥 tp insyallah semua ada hikmah. makanya abis lulus,,bener2 g mau jatuh k lobang yg sama. mau kembali meraih mimpi yg udah tertahan selama 4,5 tahun..hehe..
    oiya feb, moga langgeng ya sahabatannya 😀
    pernah denger quote gini: sahabat itu bukan yg meng”iya”kan, tp yg membenarkan.. hehe

    1. Hihi makasih mbak Ica 😀

      sama mbak, aku udah berusaha eh, IP malah turun dari semester 1 kemarin. semoga ini menjadi cambukan aja deh. aku harus menikmati masa-masa ini aja ya dan menghadapinya dengan semangat :D. buat mbak Ica, semoga cepet lulus ya. tahun ini pasti lulus. Amin 🙂 saling mendoakan mbak 😀 terus buktikan, kita bisa meraih mimpi kita itu 🙂

      Amin ya Allah 😀 hihihi.
      udah pernah denger dong quotenya 😀

  4. Nama panggilannya, berbda jauh. (apakah karena fisiknya?)
    Ya, kita harus berani dong. Kan ini hidup kita, yang tau juga kita. hehe 😀

  5. santai bang, gue aja dari mahasiswa perbankan yang notaben nya tiap hari makanannya akuntansi dan sistem perbankan aja pengen jadi penulis. eniwei, keep strong aja deh.tuhan gak bakal sia-siain orang yang udah bersungguh” berjuang.

  6. keren gambar2nya.
    emmm, gimana ya feb. kadang ang gak semua yang kita dapetin tuh sesuai dengan yg kita inginin.
    yg bisa kerja sesuai passionnya sampe seumur hidup gak ngerasa kerja mungkin lebih enak.
    tapi yg akhirnya terpaksa nyasar di tempet lain (aku juga ngerasain), bukan berarti usianya sia sia juga. dia dapetin yg lain bahkan ilmu nya lebih luas dr yg sesuai passion terus itu kan.
    btw, jurus dr kakakku yg merasa tdk pernah mencintai arsitektur adl dengan cepet2 lulus cumlaude. hihi

    1. waaa makasih mbak. aku sampaikan ke temenku deh pujiannya.
      bener banget. sering banget aku ngarepin sesuatu tapi yang aku dapet ngga sesuai. tapi, pasti ada hikmah dibalik itu semua kan ya?
      ceritamu tentang jurus kakakmu itu keren mbak. semoga aku bisa kayak dia. bisa menikmati ini dan lulus cepat + cum;aude. Amin 😀

  7. Whoa.. meninggalkan UGM demi passion kece banget itu bangbrod, dan hasilnya.. gambar yang keren.
    Lo juga ninggalin kerjaan demi meraih cita-cita, sumpah itu susah, lo juga kece feb.
    Semoga persahabatan kalian beneran abadi ya, sukses deh buat impian dan passion kalian, gue jadi termotivasi baca cerita ini ^^

    1. hahaha makasih nanoki, aku sampaikan deh pujiannya ke temenku 😀 emang keren dia tuh 😀

      Hehe aku ikutan kece ya? makasih loh 😀
      demi cita-cita, apapun harus diusahain. iya nggak? hhehee

      Amin ya Allah makasih ya. semoga kamu juga demikian 🙂

  8. duh, nggak bisa dibendung lagi ini. bener-bener terharu 🙂 gue seneng ternyata gue lebih ganteng.

    maaf typo.

    mungkin kelah kau akan menemukan apa itu passionmu. mungkin passionmu jadi penulis, karena tulisanmu lucu. coba terbitin buku, bisa jadi seperti shitlicious atau poconggg dan penulis novel komedi.

    untuk desainnya Bang Brod, GILA KEREN! AAAAK!!

  9. gagal itu hanya sebuah sandungan dlm perjalanan, bukan berarti terjatuh.
    Ketika jatuh saja masih bisa bangun apalagi hanya tersandung..
    SEmangat gapai yang kau inginkan sesuai dengan passionmu yahh 🙂

    Salam keren buat Bang Brod 🙂

    1. ini bener-bener memotivasi :’) bener,
      harus bangkit dari sandungan yang sepele ini. bangkit dan raih lagi 🙂 semangaaat pasti mbak keke 😀

      wohooo aku sampaikan salammu padanya mbak 😀

      1. Sama-sama ya ikan :p

        tuhkan, memberi kesan macem-macem. aku masih normal. aku suka cewek. aku bisa suka sama kamu. aku suka cewek. aku bisa suka sama kamu. aku suka cewek. aku bisa suka sama kamu. aku suka cewek….. lalalalala

  10. Selama kuliah, IP saya juga biasa Feb. Gak standar malah. Selama ini yang saya lihat, semakin besar IP semakin besar juga keinginan orang untuk mencari kerja yang layak dan gaji besar. Tapi enggak buat saya. Kata Bob Sadino, “Setinggi apapun pangkat yang dimiliki, anda tetap seorang pegawai. Sekecil apapun usaha yang anda punya, anda adalah bosnya”
    Jadi, saya cuma mau ngasih tau aja, kuliah kamu baru 2 semester dan jalan kamu masih panjang. Satu hal lagi, gak ada sesuatu yang salah. Lanjutin apa yang kamu suka, apa yang bikin kamu happy, cari peluang, cari teman. Oh iya, hidup semua orang beda-beda dan gak selalu sejajar, walau semisalnya usia nya sama.
    Ngerti gak saya komen apaan? Maap nyampah sih hahaha. Udah ah, bye.

    1. kesimpulan yang bisa aku ambil :
      pertama : mbak fasya memilih buat wirausaha?
      kedua : karena dengan wirausaha sekecil apapun itu, kita adalah bos
      ketiga : jalanku masih panjang. ngeluh bukan solusi, yang jelas berusaha, cari teman dan cari peluang.
      keempat : lakuin aja apa yang kita suka, dengan begitu apapun nggak akan jadi beban buat kita
      kelima : mbak fasya bukan nyampah, ini berguna banget mbak buat aku 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s