Cerita masa lalu : Cinta diam diam

                Akhir-akhir ini gue sering menghina mereka yang mencintai seseorang dengan cara diam-diam.

                “Hari gini masih ngumpetin perasaanmu”

                “Cinta gak selamanya harus di pendam, gimana caranya dia tau kalau kamu cuma sembunyi”

                Dua kalimat diatas itulah yang sering banget gue sodorkan ke mereka si secret admire. Semakin lama gue mengomentari mereka, ternyata, semakin membuat pikiran gue memutar balik ke masa lampau. Akhirnya, gue pun sadar bahwa gue juga pernah mencintai seseorang… dengan diam-diam.

                Awal tahun 2006, gue masih bisa disebut sebagai cowok imut. Pasalnya, pada tahun itu gue masih duduk di bangku kelas 6 SD. Ya wajar aja kalik kelas 6 SD masih secret admire.

                Cewek yang gak beruntung gue sukai adalah Raisha, dia duduk 2 baris di depan gue. Cucok, setiap hari, gue yang duduk dibelakangnya bisa dengan enak ngupil sambil curi-curi pandang ke arahnya.

                Sama seperti yang pecinta diam-diam lakukan, gue selalu mencuri kesempatan biar bisa berinteraksi sama Raisha, mulai dari sok nimbrung bareng temen-temennya yang akhirnya dicuekin, sampai pura-pura pinjem pensil buat diemutin, setidaknya dengan cara itu, iler gue pernah menyentuh tangannya. Iyuh.

                Hari Valentine adalah moment yang paling tepat untuk pecinta diam-diam menyatakan cinta, tentu dengan diam-diam.

                Hari itu, gue udah menyiapkan satu buah coklat sliwerkuin lengkap dengan surat yang tertulis rapi :

                Hay, Raisha… selamat hari palenten ya? Semoga di hari kasih sayang ini, kamu bisa sayang sama akuh. Ini coklat pemberian dari aku, kamu tau nggak kenapa coklat itu manis? Karena ada kamu di dunia ini.

 Yaudah gitu aja ya dari aku.

 

Salam sayang,

Mr. F

               

                Untung aja nama gue Febri, coba kalau Vebri, salam sayangnya bakal tertulis Mr.V ih cucok.

                Pemberian coklat sama suratnya pun tentu harus dilakukan oleh seorang professional yang memang sudah jago dalam hal cinta diam-diam. Siang itu, waktu jam istirahat gue di bantu sama Farid, temen gue, buat menyelundup. Settingnya gue di dalam kelas sendirian buat naruh itu coklat sama surat, dan Farid menunggu dari luar di deket pintu buat berjaga-jaga kalau ada orang yang mau masuk kelas.

                Baru mau memasukkan coklat sama surat itu ke dalam tas Raisha, tiba-tiba dari luar Faris teriak

                “RAISHA MAU MASUK KELAS FEB”

                “HAH???” gue yang kaget cuma bisa njerit seadanya.

                “RAISHA BAWA BATAGOR DUA. GILAK. KECIL-KECIL BANYAK MAKAN” sambung Faris semakin menjadi.

                “HAH KUADRAT???” pada jeritan kedua, gue terlanjur panik. Coklat yang gue pegang pun gak sengaja gue remas. Alamak. Gue langsung keluar kelas, dengan coklat dan surat masih ditangan.

                Pemberian coklat dan surat hari itu. GAGAL.  

                Pada masa itu juga, orang-orang mungkin belum begitu mengerti tentang “kode”, dan gue adalah salah satu orang yang menggunakan “kode” pada zaman yang salah.

                Ceritanya, waktu Raisha baru membereskan peralatan sekolahnya, gue dengan gagahnya menghampiri dia. Dengan nada sedang, sambil lidah menjulur ke depan, gue berucap.

                “CEBOL CEBOL, BONCEL, BONCEL, UDAH KELAS 6 MASA TINGGINYA MASIH KAYAK KELAS 1 SD. HUAHUAHUAHUA”

                Dengan kalimat itu, awalnya gue menyangka bahwa kode gue tersalur dengan baik untuk pertama kalinya. Tapi sayangnya….

                “PLAAAAAAK”

                Tangan lembut Raisha terayun indah di pipi gue. Ini pertama kalinya gue digampar cewek, mungkin pada masa itu, kode adalah sebuah perbuatan seseorang agar bisa mendapat gamparan, bukan perhatian. NJIR.

                Semenjak itu, Raisha jadi bersikap sinis ke gue. Bener-bener nggak sesuai rencana pengodean gue sebelumnya yang berharap Raisha jadi tau perasaan gue setelah gue ganggu dan gue ejek.

                Sebenernya sebelum kelulusan SD, gue ada rencana buat ngebuka perasaan gue ke Raisha. Membongkar kerahasian yang selama ini tersimpan di dada. Namun….

                “Feb, gue bisa minta tolong lo nggak?” temen gue, Rizal menepuk pundak gue sambil minta pertolongan.

                “Minta tolong apaan?”

                “Gini, nanti sore gue mau nembak Raisha. Lo suka ngeledekin Raisha kan? Nah, nanti lo ejekin dia terus sampai nangis, settingnya, pas dia nangis, gue nanti datang buat dia dan pura-pura marahin lo. Setelah itu, baru deh gue ungkapin perasaan gue. Bantu ya? Please.”

                Karena dulu dalam pelajaran PPKN mengajarkan kita harus membantu teman, akhirnya gue mengangguk pelan, dan berharap semoga Rizal ditolak.

                Jadilah sore yang mengerikan pun tiba. Gue ledekin Raisha sampai dia menangis sejadi-jadinya. Setelah itu, mata kepala gue menyaksikan sendiri Rizal memarahi gue. Gue diem. Di kursi taman sekolah, Rizal menghampiri Raisha dengan setangkai bunga, dia mengusap kepalanya, dan dari telinga gue terdengar samar

                “Raisha, kamu jangan sedih ya. Kamu, mau nggak jadi pacarku?”

                Dan sampai saat ini, suara yang terdengar memekakkan telinga buat gue bukan suaranya Andhika kangen band, tapi, suara Raisha waktu menjawab tembakan Rizal

                “Mau…”

                Anjrit.

                Setelah diterima, Rizal berterima kasih banget sama gue yang dengan sukses bisa membuat Raisha menangis dan hal itu melancarkan penembakannya. Jadilah malamnya gue ditraktir makan es krim coklat.

                Hal yang gak Rizal tau, saat Raisha menangis, sebenernya, hati gue pun menangis. Dan saat dia mentraktir gue makan es krim coklat, rasa yang seharusnya manis, jadi terasa pahit, dan hatiku… menangis. Ciyeileh.

                Penyampaian perasaan gue ke Raisha. GAGAL.

                Akhirnya… untuk seorang pecinta diam-diam, yang hanya bisa melihat gebetan dari sudut yang tak kelihatan, Cuma bisa menunggu waktu, kapan kenyataan diputar balikkan. Dan akhirnya… si pecinta diam-diam akan dipaksa untuk tersenyum saat tau sang gebetan menjalin kasih dengan seseorang…yang BUKAN dirinya.

                YAUDAH…

Advertisements

31 comments

    1. NAAAAAH!!! ayo mas deketin, ungkapin, jangan di pendem sendiri, gak mau liat akhirnya dia gandengan terus akadnikahan sama cowok lain kan? semaaaaangat. aku doain mas Eka 😀 Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s