Pembalasan dendam

Gue tinggal di Kota Yogyakarta, Kota yang menjadi salah satu tujuan untuk para wisatawan mancanegara belajar tentang budaya Indonesia.

Jujur aja, hampir setiap hari pas gue pulang dari kampus, di pinggir jalan, pasti ada beberapa turis asing berkulit putih dan berambut pirang lengkap dengan baju santainya jalan bawa tas gede. Dalam pandangan pertama, gue membatin : wah kece gilak. Dalam pandangan kedua, gue kembali memalingkan pandangan dan membatin lagi : gue bisa jadi bule kayak mereka.

Caranya? Ya jelas gue harus menang #INGGRISGRATIS dulu dong.

Silogismenya gampang aja :

“Orang Inggris pergi ke Indonesia dinamakan : turis asing”

“Orang Indonesia pergi ke inggris otomatis juga dinamakan : turis asing”

“Gue orang Indonesia yang kalau menang #INGGRISGRATIS bakal pergi ke inggris, jadi gue : TURIS ASING”

Yoik, jadi nanti di Inggris, gue bisa aja dikatakan sebagai seorang turis asing.

Sebagai manusia, gue pernah berada pada masa dimana gue merasa terkagum-kagum dengan kharisma turis asing. Ya logikanya gampang aja, karena si turis itu beda daripada penduduk lokal,dan karena perbedaan itu maka terlihat jelas kharismanya

Mengacu pada silogisme lagi,orang Inggris disana pun juga manusia, dengan kata lain, suatu saat kalau mereka melihat gue liburan di kota mereka, otomatis mereka akan terkagum-kagum sama gue. Setiap langkah gue jalan, pasti bakal banyak banget penduduk sana yang menilai :

“OH MY GOD, SO EXOTIC…… LIKE A PIG”

Jelas, gue akan sangat terlihat eksotik di Inggris sana.

Di Jogja sini, gue sering melihat ada turis asing seenak udel nanya-nanya pake bahasa Inggris, contohnya beberapa hari yang lalu waktu gue lagi nongkrong di malioboro, di depan gue ada seorang bule nanya sama tukang becak :

Excuse me, can you bring me to go to Borobudur?”

Si tukang becak pun cuma bisa angguk-angguk geleng-geleng dan memberi tumpangan kepada si bule. Sungguh kasihan si tukang becak.

Nah, niat gue kalau ke Inggris nanti, gue bakal membalaskan dendam si tukang becak. Rencana gue simple, nanti di alun-alun kota Inggris gue bakal muter-muter kayak orang bingung mencari tukang odong-odong, setelah ketemu gue bakal langsung menyodorkan pertanyaan :

“Mas, aku arep dolan neng Paris, iso ora koe ngeterke aku? (mas, aku mau main ke Paris, bisa nggak anda mengantarkan saya?)”

Mungkin si tukang odong-odong orang Inggris cuma bisa ngangguk, mengangkatkan kedua tangan dan dibilang :

I’m not what what (AKURAPOPO)”

aku-rapopo-1-140311b

Gue emang belum begitu fasih ngomong bahasa Inggris, tapi, bukan berarti itu menghalangi gue buat main ke Inggris kan? Dari kekurangan gue yang gak bisa bahasa Inggris ini, dari lubuk hati yang paling dalam, gue pengen membuktikan bahwa gembel bisa ke Inggris dengan gratis. Ale ale ale *kibarkan susu bendera setengah tiang.

 

oh iya, ini syarat fotonya ya :

IMG-20140519-00341

 

Advertisements

3 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s