Media unjuk gigi

Zaman dulu, gue kelas 6 SD. Waktu itu, gue begitu antusias sama acara disuatu stasiun TV yang beda daripada acara TV lainnya.

“UKA-UKA”

Terotetotet. Yoik. Gue pernah berada di suatu kondisi dimana gue begadang sambil jongkok mata melotot mantengin TV cuma buat nungguin PENAMPAKAN. Dulu, menurut gue penampakan adalah suatu fenomena yang keren. Jarang-jarang gue bisa liat saudara gue sendiri.

Apalagi seiring berjalannya waktu, acara UKA-UKA ditayangkan secara Live. Seinget gue, dulu di tayangkan jam 22.00 sampai 24.00. Mungkin si produser gak tau kalau jam-jam segitu si setan masih pada arisan. Gue malah semakin antusias dan rutin nonton itu acara uka-uka.

Kecewa. Ya, gue salah satu orang yang menyayangkan ketika acara UKA-UKA tiba-tiba gak lagi tayang. Entah kalah rating, Entah si setan udah mulai berani main di layar lebar atau entahlah aku tak tau, yang jelas, itu acara udah gak ada. Inalilah.

8 tahun kemudian…..

Acara UKA-UKA LIVE mulai tayang lagi. Sekarang namanya ganti jadi (masih)dunia lain. Ya, seperti biasa, walaupun umur gue udah menua jadi 20 tahun, gue pun tetep antusias nonton mantengin layar TV buat nunggu adanya penampakan.

Zaman kelas 6SD sama zaman sekarang ternyata berbeda jauh. Gue melihat acara (masih)dunialain disalah gunakan sama para pesertanya. Ya… gue beberapa kali melihat si peserta banyak tingkah dalam beruji nyali.

Contohnya :

  1. Ada peserta yang uji nyali sambil melatih acting sinetron.

Gue lupa kapan, tapi yang gue inget, tempat uji nyalinya adalah di kamar sebuah rumah sakit angker. Awalnya biasa aja, si peserta mengeksplor lokasi sambil bawa lilin. Lama-kelamaan, tiba-tiba si cewek mulai menunjukkan skill aktingnya.

“Pemirsa… saya sedang berada di sebuah kamar mandi rumah sakit. Udaranya sungguh dingin. Disini ada sabun. Loh? Bentar? Kenapa disini ada sabun? Bukannya ini rumah sakit gak pernah dipake lagi? Lalu, siapa yang pake sabun ini pemirsa? SIAPAAAAA? Hatiku berdegup kencang”

Si peserta jalan lagi, dia lihat ada kasur yang ditutupi pake selimut, eh dia histeris lagi.

“Disini ada kasur. Tapi, kenapa kasurnya ditutupi selimut? Ada apa sebenarnya di atas kasur ini pemirsa? Aku ingin sekali membukanya, tapi aku takut. Tapi, aku ingin sekali membukanya. Aaaah, aku takut. Pemirsa? Apa? Apa yang ada di balik selimut ini? APAAAAAA?”

Si peserta pun membuka selimut, ternyata isinya tengkorak. Si peserta pun histeris, gue sih berharap si tengkorak bangun kemudian bilang :

“Tenang, aku hanya tengkorak biasa. Jangan khawatir, aku nggak doyan makan anak alay”

Tapi sayangnya hal itu gak kejadian. Si peserta pun berhasil melewati uji nyali. Yaiyalah, setan juga males nakut-nakutin orang alay yang terpengaruh sinetron gak jelas. Mungkin si peserta ikut dunia lain karena dia terobsesi pengen jadi artis, niatnya, dengan dia berujinyali dan menjerit-jerit layaknya astri welas ikutan Indonesian idol, bakal ada sutradara yang melirik dan menawari dia syuting…. Uji nyali. Apasih.

  1. Peserta uji nyali yang kayak ustad.

Yah… sebenernya emang banyak peserta uji nyali yang komat-kamit baca doa berharap biar setannya minggat terus si peserta lolos dan dapet duit. Tapi beberapa hari yang lalu gue melihat ada peserta yang beda dari pada lainnya.

Seperti biasa, si peserta mengexplore lokasi sambil bawa lilin. Gak beberapa lama, si peserta ngomong sesuatu yang kayak pernah gue denger di acara mama dedeh.

“Assalamualaikum pemirsa… suasana disini dingin. Mungkin benar, arwah-arwah disini tidak suka dengan kehadiran saya. Karena demikian adanya, ada baiknya mari bersama-sama kita memanjatkan doa supaya arwah disini tenang di alam sana. Ini harus menjadi contoh di kehidupan kita, ada baiknya kita menjalankan perbuatan baik supaya nanti jika kita mati, arwah kita tenang di alam kubur, bukan malah gentayangan seperti ini. Semoga ini bisa menjadi pelajaran buat saya dan pemirsa sekalian……”

Di rumah, gue cuma bisa manggut-manggut sambil bilang dengan lantang :

“INSYA ALLAH SEJUUUUUUUUUUUUK DI HATI HIK HIK HIK”

  1. Peserta uji nyali penyiar radio.

Pasti pada tau ya penyiar radio itu cerewetnya minta ampun? Pasti juga pada tau ya hasilnya gimana kalau si penyiar radio ini jadi peserta uji nyali?

“Hallo selamat malam, ini dengan saya Prita. Kawula muda dirumah seharusnya ada disini, seru rasanya, meskipun memang gelap dan sunyi sih hehehe” si penyiar mulai berceloteh.

“Malam ini saya ditemani sama si lilin kecil ini ya, sebit saja nama lilin ini namanya lincil hehehe. Mungkin perasaan si lilin sama dengan saya : deg-degan, tapi untung aja kami berdua bersama dan saling member sinar cahaya”

“taaaan… setan…. Tunjukin dong mukamu… barangkali ada yang mau request lagu atau curhatan…. Silahkan ketemu sama saya”

Menurut gue, ini penyiar gak kesurupan aja udah setengah gila, apalagi kalau kesurupan… setan alay pula. Hueh, sebenernya sih gue pengen request lagu sama si penyiar radio, tapi, yaaaaa… yaudahlah lupakan

Ini kan aneh banget, ada aja cara orang memanfaatkan media uji nyali buat “pamer” skill sebagai artis sinetron, ustad, sama penyiar radio. Mungkin gue gak bisa menyalahkan sepenuhnya, karena pasti itu kebiasaan mereka di kehidupan sehari-hari, jadi, pas uji nyali ya kebawa. It’s oke.

Tapi yang gue takutin adalah kalau ada member MLM yang kebiasaan promo terus ikutan di uji nyali, nanti yang ada waktu beberaa detik dia uji nyali, dia langsung nyelonong di depan kamera dan bilang dengan lantang :

“SELAAAMAAAT MALAM. ANDA INGIN PUNYA PENGHASILAN? MINIMAL BUAT BIAYA KULIAH SENDIRI. GABUNG BERSAMA SAYA DI MLM JAMBAN… CUKUP AJAK 2 SEBAGAI DOWNLINE KALIAN BUAT NGEBOKERIN JAMBAN YANG SUDAH ANDA PESAN. DI MLM INI, TOKAI ANDA SANGAT BERARTI.”

Gue yakin, orang-orang yang nonton langsung melambaikan tangan di depan TV mereka masing-masing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s