Ketika perempuan layak untuk di depan

Image

“Seorang ibu mungkin bisa diganti, tapi peran seorang ibu tak akan pernah bisa diganti”

Beberapa hari yang lalu saya mencermati sebuah spanduk yang terpasang di pinggir jalan lengkap dengan nama partai dan calon dapilnya. Tentu saya tidak akan membantu mengampanyekan partai tertentu atau apa lah. Semua hak pilih ada di tangan anda, dan saya hanya bisa berharap anda semua bisa memilih wakil rakyat yang berkompeten, jangan sampai ada penyesalan di kemudian hari dan kita hanya bisa menyalahkan apa yang sebenarnya kita pilih.

Bicara masalah dunia politik, saya memang kurang begitu menguasai materi ini. Tapi disatu sisi, saya mempunyai beberapa opini yang sepertinya layak untuk dibagi dan nantinya bisa bersama-sama di koreksi.

Dunia Politik di Indonesia membutuhkan peran seorang perempuan !

Alasannya tentu sangat sederhana : Karena perempuan melakukan tindakan berdasarkan perasaan. Itulah keistimewaan dari seorang perempuan yang tak dimiliki oleh seorang lelaki. Berdasarkan pengalaman pribadi yang saya alami sejak kecil sampai saya berumur 20 tahun sekarang ini tentang bagaimana peran perempuan, saya bisa menyimpulkan bahwa benar, mereka berperan hebat untuk sesama manusia.

Sewaktu saya masih duduk di sekolah dasar, saya ingat betul bahwa dikelas saya, rata-rata murid yang pintar dan rajin adalah perempuan. Semua itu dibuktikan oleh wali kelas saya yang juga perempuan dengan bangganya bicara di depan kelas sambil menunjukkan selembar kertas berisikan nilai-nilai hasil ujian sambil berkata :

“Ini hasil nilai ujian kemarin yang masuk 10 besar 8 diantaranya adalah cewek, masa yang cowok kalah sama yang cewek sih”

Saya sama sekali tidak merasa tertindas, karena memang begitu kenyataannya. Bahkan sewaktu saya kelas 4 SD, saya pernah melihat semua tulisan-tulisan tangan teman perempuan saya dan membandingkannya dengan tulisan teman laki-laki saya, hasilnya, ya jelas bagus dan rapi tulisan teman perempuan saya. Dari hal kecil saja seorang perempuan terlihat lebih unggul.

Saya juga ingat ketika duduk di bangku SMA, saya mempunyai guru idola dan beliau adalah perempuan. Buat saya pribadi, sosok guru perempuan dalam memberikan materi pelajaran terkesan mudah dimengerti. Pembawaannya lugas dan bisa dipahami. Beliau menggunakan perasaannya agar bisa mengerti siswanya bahwa ‘ini murid saya, jadi saya harus membuat dia paham’. Hal ini yang dimenangkan seorang perempuan dari seorang lelaki. Mereka mempunyai perasaan yang lebih peka.

Dari 2 contoh pengalaman saya mengenai seorang perempuan, bukan berarti saya menyamakan semua perempuan sama seperti anak SD atau guru SMA. Hanya saja, saya memberikan gambaran bahwasanya ini loh hebatnya seorang perempuan. Bukan maksud hati juga untuk mengesampingkan peran laki-laki, karena dalam hal ini, tentu saja antara perempuan dan laki-laki saling membutuhkan.

Saya pernah membaca biografi dari seorang tokoh perempuan bernama Emmeline Pankhurst. Didalam biografi tersebut menyatakan bahwa beliaulah yang membuat suara wanita menjadi unsur yang paling menentukan bagi partai politik diseluruh dunia untuk memenangkan pemilu. Jika saja beliau tidak keras kepala, mungkin perempuan zaman sekarang tidak akan pernah masuk ke kotak pemilu dan suara-suaranya hanya akan terdengar bising di dapur saat memanggil tukang sayur atau memarahi anak-anaknya.

Lalu, apalagi yang harus dipertanyakan dari ketangguhan perempuan? Membuat perubahan dari yang awalnya ‘tidak ada’ menjadi ‘ada’, dari ‘tak dianggap’ menjadi ‘diakui’ dan ini dilakukan oleh seorang perempuan merupakan sebuah gebrakan besar. Mereka tidak kalah dengan laki-laki. Sekarang mungkin bisa dikatakan bahwa laki-laki dan perempuan harus bisa jalan beriringan, tidak terus-terusan perempuan ada dibelakang.

Ada kalanya bangsa kita ini butuh kepemimpinan dari para tokoh perempuan. Campuran kepribadian dari mulai perasaan lembut, santun, jiwa kepedulian tinggi, simpati dan kepekaan hati yang tertanam sejak lahir didalam hati perempuan layaknya bisa untuk membelokkan Indonesia ke arah yang lebih baik.

Saya mengamini apa yang disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar disalah satu artikel berita yang membahas tentang ungkapan bahwa ‘dibalik laki-laki hebat terdapat wanita hebat’ itu sudah kuno. Perempuan sekarang memang layak diberi pengakuan bahwa mereka tempatnya ada disamping laki-laki karena mereka mitra.

Perempuan sendiri menurut bahasa sansekerta berarti makhluk mulia ; per = makhluk, empu = mulia, berilmu tinggi, pembuat karya agung. Sudah banyak tokoh perempuan di Indonesia yang menjadi kebanggaan bangsa bahkan dunia. Hasil kerja yang memuaskan, piagam penghargaan yang tersematkan serta pengabdian yang tulus untuk kemajuan rakyatnya. Mulai dari tokoh R.A Kartini diorde lama yang menciptakan emansipasi wanita, Fatmawati sang istri presiden pertama RI sekaligus dikenal sebagai penjahit bendera Indonesia, sampai tokoh Tri Rismaharini di orde baru sekarang ini yang sudah bisa dikatakan berhasil memajukan kota Surabaya. Tentunya masih sangat banyak tokoh dan calon tokoh perempuan yang nantinya akan membuat Indonesia semakin maju.

Masalahnya sekarang hanya tinggal pada kita sendiri sebagai pemilih. Mampukah kita memilih wakil rakyat yang baik dengan terlebih dahulu melihat trackrecordnya, bukan asal memilih hanya karena berparas cantik, kesamaan marga atau sogokan dana.

Saran saya terakhir, bangsa yang baik adalah bangsa yang rakyatnya saling bergotong royong untuk mencapai kemakmuran bersama. Rakyat yang baik adalah rakyat yang bisa memilih wakilnya sesuai dasar visi misinya, dan yang terpenting, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu mengemban amanat yang diberikan rakyatnya untuk merealisasikan kemakmuran bangsanya.

Kepada perempuan… tak ada lagi yang perlu dilecehkan. Jadilah wakil kami, dan atur bangsa dengan perasaan. Hilangkan kejanggalan yang selama ini disembunyikan. Dan buktikan… Bahwa kalian layak untuk disebut seorang “tokoh perempuan”

Advertisements

2 comments

  1. Saya juga milih caleg wanita karena terinspirasi oleh Bu Risma Walikota Surabaya yang terbukti memimpin dengan baik kota surabaya. Berharap caleg wanita bisa seperti beliau bahkan lebih baik lagi yang tidak haus dengan menumpuk kekayaan belaka benar2 mengapdi untuk rakyat 🙂
    Semangat para wanita Hebat.
    salam kenal dan di tunggu kunjungan baliknya ke blog ane thanks

    1. benar sekali. tapi anehnya di Indonesia, kenapa tokoh yang seperti itu seakan malah di pojokan dengan isu-isu negatif ya? seakan banyak yang mau menjatuhkan.
      tapi tetap, saya setuju kalau semakin banyak caleg perempuan di indonesia yang semodel seperti ibu Risma.
      okee ini meluncur mampir ke blog situ 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s