Dia ada, tapi dia tidak memberitahumu bahwa dia ada ! [BAGIAN 2]

Image

Hmm…. Kemarin hari senin Gue ngerasain beberapa hal yang menurut gue aneh banget, gue gak yakin kalau hal tersebut adalah kenyataan, tapi karena gue saat itu gak mimpi jadi pasti ini kenyataan *halaah

pertama, kemarin sore lah, gue pergi ke sebuah pameran computer di JEC, rameee banget disana, ada beberapa kategori orang yang mengunjungi pameran itu, yaitu 1) cewek sama cewek pergi bersama, 2) cowok sama cewek pacaran disana , dan 3)cowok sama cowok rame rame rombongan minimal 4 orang lah, oh iya lo pasti bisa nebak gue masuk dalam kategori yang mana kan?pilihan yang tepat sekali, Gue termasuk dalam kategori 3 tapi hampir mirip kayak kategori 2. Yaiyalah gue kesana sama sahabat bagaikan kepompong gue Rian kun”coro” jati, berdua, BERDUA MEEN !!!, dan hasilnya Cuma koplak aja gue sama dia, muter muter ngobrol ngobrol gak jelas di pojokan.

“gueeeh mau beli apple ah, lo mau beli apa feb?”

“aah lo mah cemen, gue mau beli tableeet”.

Obrolan ini hanya sekedar obrolan, akhirnya gue sama rian Cuma sanggup ke indomaret sama ke apotik -_-.

Tapi bukan ini men yang gue sebut “aneh”, tapi hal yang aneh itu adalah pas gue jalan di JEC, gue melihat ada 1 orang cowok dia menggandeng 1 cewek cantiiiiiks sama 1 cewek lagi di sampingnya, pemandangan yang sangat contrast, menurut gue cowoknya biasa, bukan maksud gue pede atau gimana ya? Cowok itu sama gue mah gak beda jauh sih tingkat keunyuannya, malah gue ada 2 tingkat diatasnya, tapi gue sadar, pemikiran gue yang menganggap gue unyu itu terkalahkan, ternyata gak harus unyu untuk bisa menggaet cewek.cukup beberapa lembar kertas berwarna merah dan biru pun bisa *eeeeh.

Kedua,malem hari ini ceritanya, gue kan habis mandi, gak usah gue ceritainlah gue mandinya kayak gimana -_-, tiba tiba dengan tidak biasa nyokap gue nanya ke gue.

“gimana feb?udah dapet cewek?”.

WHAAAAAATTTTTSSSSs? Pertanyaan macam apa itu? Apa itu pertanyaan? Aku tidak mengerti, sungguh aku tak tau harus menjawab bagaimana.

“hehehe”.

Udah, UDAH!!! Itu doang yang bisa gue jawab dari pertanyaan nyokap gue *jongkok dipojokan rumah

Udahlah lupakan masalah aneh kemarin, itu masalalu, sekarang lanjut kedepan haha, oh iya kemarin cerita gue yang masalah kunti sama tuyul itu agak nggantung ya? Okelah gue mau nyoba menyambungkan itu ceritanya, semua siap??? Cuuusssss

Akhirnya zaki dengan windi pun mendekat dan semakin mendekat, sepertinya windi memberi sebuah harapan kepada zaki, atau zaki yang salah mengartikan kedekatannya tersebut? Ya disinilah awal mula terbentuk sebuah kata nyesek bernama PHP.

Ketika windi bersama zaki, zaki merasa nyaman dengan windi, tapi entahlah apa yang dirasakan windi ketika bersama zaki. Zaki berharap windi tau bahwa dia masih sangat berharap kepada dirinya agar bisa mendapatkannya, tapi sayang, windi kurang begitu peka untuk mengetahui hal itu.seperti biasa, windi malah sering sekali menceritakan masa lalunya dengan fikri. Ya, ternyata windi masih belum bisa move on dari masa lalunya.

Lelah, itu yang zaki rasakan, dia telah berusaha keras untuk mengambil hati windi, tapi sayang, hati windi masih terkunci rapat oleh masa lalunya, sampai akhirnya sebuah kenyataan pahit didapat oleh zaki saat windi berterimakasih dan berucap

“makasih ya zaki? Kamu itu baik banget deh, kamu kayaknya pas deh kalau jadi kakak aku? Gimana kalau kita kakak kakak an aja kita ? hehehe”

Semua orang bahkan setan terutama gue pasti langsung males drop dan gimana gitu, kita suka kita sayang kita cinta, tapi Cuma jadi kakak kakakan? Kakak yang liat lo bahagia sama orang lain gitu?kakak yang setia mendengar curhat manismu itu? Hahaha lucu banget men, lo boleh ngakak kok, ayolah ini lucu kan? MAKAN TUH kakak kakakan !!!

Merasa sudah tiada harapan saat windi mengajaknya hanya sekedar sebagai kakak kakakan, zaki dengan terpaksa mengiyakan ajakan windi, dan dia melangkah untuk mencari sebuah hati yang baru, menurutnya percuma hati kita peduli pada hati yang tidak memperdulikan bahwa hati itu peduli *ngerti gak maksudnya??? Intinya gitu deh.

Bulan demi bulan berganti,matahari demi matahari terus menyinari tapi sayang zaki tidak merasakan indahnya matahari, dia kan setan Bego’!!!.

Zaki pun menemukan sesetan suster ngesot, sebutlah namanya dina, zaki pun lebih mudah mendapatkan hati dari dina, pasalnya dina juga tertarik dengan zaki, akhirnya mereka jadian, zaki kini merangkap jabatan sebagai pacar dina sekaligus kakaknya windi setan yang dulu sangat dia puja.

Entah apa yang terjadi, setelah zaki punya pacar, windi baru sadar bahwa zaki adalah setan yang dulu pernah mencintainya dengan sungguh sungguh, windi tau akan hal itu awalnya saat windi mau duduk di sebuah pohon besar, dan dia mau memanjat itu pohon, dia melihat ada baris baris tulisan

“zaki love windi, ngarep tapi pasti bisa gue dapetin :D”

“zaki love windi, dia tau gak ya kalau gue sayang banget sama dia?”

“zaki love windi, pengen banget bisa berdua disini bareng kamu”

“zaki love windi, semoga dia bisa ngerti perasaan gue yang sebenernya yaah”

Tulisan itu tertata rapi di sebuah pohon besar dan sangat indah itu. Sampai akhirnya windi tersentak sejenak, dia tidak menyangka dengan apa yang ia lihat barusan, kemudian iya memanjat pohon tersebut, sampai di dahan pohon besar itu, ia melihat sebuah pemandangan Supermoon yang sangat indah, dia menengok ke belakang lagi lagi ada sebuah tulisan lebih besar dan lebih dalem.

“Windi? Semoga kamu mampir untuk sekedar duduk 5 menit saja pohon ini, setiap hari aku menanti menunggu dan berharap kamu ada disini dan pasti aku akan datang untukmu disini juga, tapi apabila kamu terlambat kesini dan datang pada saat yang tidak tepat, aku harap kamu mengerti bahwa selama ini, aku sangaat mencintaimu, sungguh mencintaimu -ZAKI-“

Windi gak nyangka membaca semua kata kata itu, betapa jahatnya dia, zaki cinta tapi malah dia anggap sebagai kakaknya? Justru fikri masa lalunya yang sangat tega malah dia jadikan pacar dan sampai sekarang masih ia pikirkan.

Windi langsung mencoba mencari zaki, dia menyesal dan ingin bersamanya, tapi penyesalan memang selalu hadir di belakang, pasti!, dia melihat zaki sudah bersanding dengan setan lain.menyesal,  hanya itu yang bisa windi lakukan.

Seandainya windi sedikit peka akan perasaan zaki saat itu, seandainya windi tidak hanya memberi harapan pada zaki, seandainya istilah kakak kakakan tidak ia berikan kepada zaki dan seandainya windi lebih memilih zaki saat dulu ia menembakknya, pasti semua tidak akan berakhir seperti ini.

Nahlooooo, buat lo semua deh dan juga buat gue lah ya, apa ya hikmahnya? gini aja intinya jangan biarkan kata “seandainya” itu menjadi awalan di kalimat kita nantinya, nyeseeek men itu kan artinya penyesalan, waktu gak mau nunggu , dia berjalan terus, jadi terserah lo mau manfaatin waktu lo seperti apa, tapi hasilnya kalau lo menggunakan waktumu dengan yang bermanfaat lo pasti akan puas, tapi kalau lo menggunakan waktu itu dengan seenaknya dan sering mbuang mbuang itu waktu, hasilnya lo sendiri juga akan di buang oleh kehidupan !

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s