Dial Tones

Selamat hari Sabtu semua. Selamat menjalani hari di weekend kalian yak.

Hati-hati di jalan bagi kalian anak rantau yang mau balik ke daerah asal. Tapi kalo yang daerahnya jauh, seperti misal Uganda atau Phiadelphia mending gak usah balik dulu deh. Jauh. Bagusnya sih di kos aja sambil mantengin blog ini, soalnya kan sekarang waktunya kita #SabtuNgomonginLagu.

Uwuwuwuw~

Yap, pada kesempatan kali ini, lagu yang akan gue jabarin (bukan Jatimin atau Jatengin) (Oke, serahdeh) adalah sebuah lagu berjudul Dial Tones dari As It Is.

Eh, bentar, udah pada tau As It Is belum? Mmm… Gue kenalin deh, sini. (more…)

Ketakutan-Ketakutan Itu

‘Fyuh’

Seorang temen menghela nafas ketika rutinitas perkuliahan usai. Kala itu waktu menunjukkan pukul 17.10 WIB. Waktu dimana senja mulai melambaikan tangan di ufuk barat, disertai dengan hiasan warna jingga yang menyilaukan. Gue berjalan disamping teman yang sedari tadi menghela nafas dan nggak henti-hentinya memasang wajah murung.

‘Kenapa, kampret?’ Sekedar mencoba berempati, gue bertanya pokok permasalahan yang sedang dia alami.

‘Gue takut, Feb’ Dia menjawab sembari menundukkan kepala. Langkahnya pelan, seperti siput ambien yang sedang berjalan. (more…)

Undercover Martyn

Sabtu!

Dan…

Yak, setelah selama berminggu-minggu kemarin sempat absen, maka sekarang waktunya untuk bilang…

GUE GANTENG!

HAHAHAHAAHAHA.

FAK, FEB. FAK.

Oke, bo’ong. Karena sekarang waktunya #SABTUNGOMONGINLAGU!

Uwuwuwuwuw.

Ya, seperti yang gue bilang diatas, sesi #SabtuNgomonginLagu ini udah beberapa kali absen karena disaat itu gue disibukkan sama kegiatan KKN. Jadi, karena sekarang KKN udah kelar, mari gue buka postingan ini dengan membahas lagu Undercover Martyn-Nya Two Door Cinema Club. (more…)

KKN Kelar, Ya?

KKN Kelar !

Hore!

Huft.

Hmm…

Ya, antara seneng dan sedih sih sebenernya ketika bener-bener mendapati bahwa KKN itu udah kelar. Pasalnya, disatu sisi emang hal inilah yang gue tunggu-tunggu dari awal. Tapi disisi yang lain, gue udah terlalu terbiasa dengan keadaan yang terjadi di lingkungan KKN.

Jadi, ya gini. Ketika KKN bener-bener udah selesai, dilemalah yang melanda.

Kalau diinget-inget lagi, dipostingan ini : KKN Dulu Yak, Gue sempet sedikit mengeluhkan masalah KKN dan menganggap bahwa KKN itu bukan liburan. Tapi, setelah dijalani bener-bener, ya KKN itu memang bukan liburan, tapi seenggaknya itu hal yang menyenangkan. (more…)

Pada Akhirnya…

‘Assalamualaikum…’

Gue berucap sendirian di depan pintu bercat putih yang tertutup rapat. Senin siang kala itu cukup terik, udara yang berhembus seolah bercampur dengan hawa panas matahari yang menggosongkan kulit.

‘Permisi?’

Gue masih mencoba agar seseorang yang ada di dalam rumah berwarna putih dan beralaskan keramik tersebut membuka pintu. Sembari mematung dan terus mencoba untuk berucap salam, gue celingak-celinguk sendirian.

Sampai akhirnya…

‘Iya, Wa’alaikumsalam’ Suara tersebut terdengar dari dalam, sebelum akhirnya pintu rumah tersebut terbuka. ‘Eh, Mas Febri’ Seseorang yang menyembul dari pintu tersebut menyapa.

‘Ibuuuuuuuuk’ Gue menyapa balik sembari mengeluarkan senyum terbaik.

Seseorang yang gue panggil Ibuk adalah Ibunda Nanda. (more…)